Dalam dokumen terbaru itu, yang diunggah oleh TMZ, suami Kim Kardashian ini mengatakan bahwa kontrak dan kesepakatan dengan EMI menghasilkan "perbudakan" dan ia menyebut ingin "bebas dari ikatan tersebut".
Dokumen itu mengklaim bahwa kesepakatan Kanye dengan EMI pada 2003 tidak menyebut secara detail terkait batasan waktu dan ini membuatnya tidak valid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar hal tersebut, Kanye West meminta hakim untuk mengakhiri kontrak dia dengan EMI pada 2010. Bila dikabulkan, maka akan memberikan Kanye hak seutuhnya dari sejumlah album musisi tersebut.
Gugatan terbaru ini diajukan Kanye West melawan EMI Music Publishing yang kini dimiliki oleh Sony/ATV dan Roc-A-Fella Records yang jadi bagian dari Universal Music Group, serta Def Jam Records.
Pada Oktober lalu, Kanye West mengatakan dirinya berusaha untuk membeli semua rilisannya dari Sony/ATV Music dan ditolak.
"Saya punya uang untuk membeli kembali rilisan saya," kata West dalam sebuah video yang diunggah kala itu.
"Dan mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak dapat membeli rilisan saya. Ini seperti mengambil kendali," lanjutnya.
Variety menyebutkan, meski kesepakatan kontraknya tidak dipublikasikan, kesepakatan rilisan musik biasanya tidak mengizinkan sang musisi dengan mudah membeli kembali rilisan mereka kapan pun yang diinginkan.
Kanye West sendiri tak segera memberikan tanggapan atas beredarnya dokumen yang menyebutkan dia ingin bebas dari kontrak dengan label. (end)