"Elemen kepemimpinan, di seluruh dunia, termasuk negara saya, demi mempertahankan status quo mereka, menyangkal atau merendahkan ilmu pengetahuan. Mereka berada di sisi sejarah yang salah," kata Ford seperti dilansir AFP.
Ford melanjutkan, "Kita berhadapan dengan apa yang saya yakini sebagai krisis moral terbesar di zaman kita sehingga mereka yang paling tidak bertanggung jawab atas perusakan alam akan menanggung akibat terbesar."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Desember 2017 lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menghadiri acara Kesepakatan Paris demi mengatasi perubahan iklim. Ia memutuskan mundur dari Kesepakatan Paris karena beranggapan mengikuti kesepakatan itu akan menjadi beban ekonomi AS.
Dengan mengikuti Kesepakatan Paris, suatu negara sepakat untuk membatasi kenaikan suhu global abad ini setidaknya di bawah dua derajat Celcius (3,6 Fahrenheit). Kegagalan penurunan suhu dapat mengakibatkan kenaikan permukaan laut.
"Jika kita ingin bertahan hidup di planet ini, satu-satunya rumah kita yang akan tahu, untuk keamanan kita, untuk masa depan kita, untuk iklim kita, kita lebih membutuhkan alam sekarang dari sebelumnya," kata Ford.
Ford melanjutkan, "Alam tidak membutuhkan manusia. Manusia membutuhkan alam." (adp/rea)