Mayoritas gambar dalam video berdurasi empat menit 18 detik ini berwarna hitam putih. Terutama saat memperlihatkan lautan yang diambil di kawasan Yogyakarta dan lautan bongkahan es di Antartika.
Disutradarai Jay Subyakto, video musik ini terasa cocok dengan lagu Guna Manusia yang membahas tentang permukaan tanah yang semakin lama semakin turun, terutama pada kawasan pesisir yang bisa berakibat fatal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperlihatkan pula beberapa peralatan yang terbuat dari besi pada sebuah ruangan. Selain itu wajah satu persatu personel Barasuara juga ditampilkan.
Akhir tahun lalu, vokalis sekaligus gitaris Iga Massardi menjelaskan mereka masih harus menjalani beberapa proses untuk merampungkan lagu yang akan masuk dalam album terbaru.
Sejak pertengahan tahun ini, Barasuara sering tampil membawakan lagu baru saat tampil. Beberapa di antaranya adalah Seribu Racun, Masa Mesias Mesias, Pikiran dan Perjalanan, Tentukan Arah, Samara dan Tirai Cahaya.
Pada beberapa kesempatan, Iga mengatakan lagu tersebut akan masuk dalam album baru. Mengacu pada lagu Guna Manusia, kemungkinan besar lagu-lagu dalam album terbaru akan banyak bunyi-bunyian elektronik dari synthesizer.
Sepanjang karier bermusik, Barasuara telah merilis satu album bertajuk Taifun (2015). Setelah merilis album Barasuara mengadakan konser di Rossi Musik, Fatmawati, Jakarta Selatan.
[Gambas:Youtube] (adp/end)