Menurut mereka, kemunculan isu itu masih merujuk insiden tahun 2010, di mana Bom diduga mengirim 80 pil Adderall melalui pos udara internasional dari Amerika Serikat. Adderall merupakan stimulan saraf berbasis amfetamin.
Kala itu, kantor bea cukai langsung memeriksa kandungan dalam pil itu dan Bom menjalani interogasi. Namun, Bom dan agensi lamanya YG Entertainment mengklaim obat itu untuk perawatan medis, setelah diresepkan dari AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Perwakilan SM Bantah D.O. Keluar dari 'EXO' |
"Pengimporan obat Adderall pada 2010 terus disebut sebagai perdagangan narkoba, tetapi (kami ingin) meluruskannya karena Park Bom jelas tidak menggunakan obat-obatan secara ilegal," kata D Nation dalam sebuah pernyataan menjelang rilis musiknya, dikutip dari Yonhap.
"Banyak obat-obatan lokal (yang disetujui secara medis) secara luas diklasifikasikan sebagai (stimulan saraf) di Korea Selatan dan kami tidak menyebut orang-orang yang menggunakan itu sebagai pengguna narkoba," katanya.
"Park Bom pun mengirim itu untuk keperluan medis dan polisi menerima bukti serta mengakhiri penyelidikan setelah tes urin tidak menunjukkan jejak penggunaan," tambahnya.
Lihat juga:Perwakilan SM Bantah D.O. Keluar dari 'EXO' |
Agensi itu pun mengatakan bahwa saat ini Bom masih berjuang untuk mengobati penyakit krisis perhatian dengan berobat di rumah sakit lokal dan minum obat pengganti Adderall.
"Ada masa-masa sulit, tetapi dia berusaha berdiri sendiri dengan keberanian. Dia sangat berhati-hati menjelang langkah barunya, tetapi (kami) berharap (publik) memiliki sikap yang lebih hangat terhadapnya," ujar agensi.
Bom merencanakan untuk merilis karya debut solo berupa album bertajuk 'Spring' pada Rabu (13/3) sore.
[Gambas:Instagram] (agn/rea)