Maudy mengaku galau. Dalam dua unggahan berbeda, ia menuturkan bagaimana menerima surat pemberitahuan bahwa dirinya diterima di Universitas Harvard, sembari memasang foto diri duduk di patung John Harvard, pendiri universitas bergengsi itu.
Di unggahan berikutnya, ia justru memakai kaos bertuliskan warna marun bertuliskan Stanford. Di foto kedua unggahan yang sama, terlihat surat penerimaan dari Universitas Stanford. Dalam keterangan, ia mengatakan belum mengambil keputusan apa-apa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maudy memutuskan menempuh pendidikan di Stanford, California, AS. Kepada Najwa, ia menjelaskan bahwa sebenarnya Harvard yang diimpikannya sejak usia sekolah, namun surat penerimaan dari Stanford menjadi yang pertama diterimanya.
"Lama banget, lama banget. Aku tu kayak meluangkan waktu sebulan lebih untuk ngerjain resume-nya doang, sebulan lebih lagi, beda [bulan], untuk ngerjain esai-nya aja," kata Maudy.
Ia pun menjelaskan perbedaan saat berusaha memasukkan lamaran ke masing-masing perbedaan. Di kesempatan yang sama, ia mengungkap sebenarnya sempat agak tak percaya diri, namun keluarga selalu menjadi alasan utama dan motivasinya.
Menanggapi komentar netizen yang mengatakan dirinya mempunyai banyak hak istimewa dan karunia kelebihan, Maudy pun tak menyangkal. "Saya tidak mau menyangkal fakta itu," katanya dalam bahasa Inggris.
Namun baginya, status keartisan justru yang menjadikannya sukar untuk mewujudkan mimpinya tersebut. "Karena sebagai musisi atau artis, aku harus bekerja kayak 10 kali lipat untuk convinced them that I'm capable to doing the work," lanjutnya. (rea)