Menurutnya, hal itu demi mempertahankan budaya yang telah mereka kenal sejak lahir.
"Kami tidak ingin mengubah identitas atau keaslian kami untuk mendapatkan yang nomor satu," kata RM, pentolan grup tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suga menambahkan bahwa yang terpenting bagi mereka yakni membuat musik serta menampilkan pertunjukan yang baik. Dengan menyatukan dua elemen itu, dia merasa karyanya dapat tersampaikan dengan baik.
DJ Internasional Steve Aoki pun sepakat bahwa lagu berbahasa Inggris bukan syarat wajib untuk meraih kesuksesan global.
"[Musik] tidak harus berbahasa Inggris untuk menjadi fenomena global," katanya kepada TIME.
BTS sendiri pun yakin bahwa mereka bisa menghadapi perjuangan yang berat dengan memilih untuk tetap berpegang pada budaya Korea.
"Kau tahu, pop Latin memiliki kategori Grammy sendiri di Amerika, dan itu sangat berbeda," kata RM.
"Saya tidak ingin membandingkan, tetapi saya pikir ini lebih sulit ketika menjadi grup Asia. [Bisa masuk] ke Hot 100 dan nominasi Grammy adalah tujuan kami."
BTS saat ini diketahui tengah mempersiapkan untuk perilisan album barunya 'Map of the Soul: Persona' akan dirilis secara global pada 12 April 2019 dan turut ditandai dengan penayangan perdana lagu baru BTS di acara komedi Amerika Serikat "Saturday Night Live" pada hari berikutnya.
Album itu sendiri akan menjadi rilisan pertama BTS setelah melengkapi trilogi 'Love Yourself' pada Agustus lalu.
[Gambas:Youtube] (agn/end)