"Bagi saya, itu menyakitkan," kata Mendes kala diwawancara oleh The Guardian dan membahas soal anggapan bahwa dirinya adalah gay ataupun pertanyaan terkait orientasi seksual yang sering datang kepadanya.
"Saya marah ketika orang mengasumsikan sesuatu tentang saya karena saya membayangkan orang yang tidak memiliki lingkungan mendukung yang saya punya dan bagaimana itu memengaruhi mereka," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mungkin tidak berbicara, namun mereka mendengarkan," lanjutnya.
"[Wawancara] itu membuat saya amat menyeramkan," kata Mendes, dikutip dari ET.
"Jika ada, artikel itu membuat saya menyadari karier Anda tidak berakhir bila orang mengira Anda tidaklah sempurna," lanjutnya.
Dalam wawancara dengan Rolling Stone tersebut, Mendes terbuka tentang mengapa asumsi soal orientasi seksualnya bukan hanya menyakiti perasaannya, namun juga sensitif terhadap komunitas LGBT.
"Saya pikir, 'kalian amat beruntung saya bukan gay beneran dan takut mengakuinya'," kata Mendes. "Itu sesuatu yang membunuh orang lain. Betapa sensitifnya itu. Anda suka lagunya? Apa Anda suka saya? Siapa peduli bila saya gay?" kata Mendes.
"Mungkin saya sedikit lebih feminin, namun itulah adanya," kata Shawn Mendes. (end)