Pada 20 April 2018, Tim Bergling yang dikenal dengan nama panggung Avicii, ditemukan meninggal dunia di Muscat, Oman. Ia dipastikan bunuh diri di usia 28 tahun.
Dilansir NME, buku tersebut ditulis oleh Mans Mosesson, seorang jurnalis peraih penghargaan dari Swedia. Sebuah rumah penerbitan pun telah setuju untuk menerbitkan buku itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekalipun telah tiada, Avicii 'tetap' berkarya. Lagu terbarunya, 'SOS' juga keluar bulan ini dan menduduki nomer satu di Swedia dan Finlandia. Keuntungan dari penjualan SOS juga akan diberikan kepada Tim Bergling Foundation.
Tanggal 20 April lalu, tepat setahun setelah keputusan Avicii mengakhiri hidupnya sendiri, sebuah cuitan diunggah melalui akun Twitter-nya. Menampilkan foto sang DJ, sebuah keterangan menyertai unggahan tersebut.
"Selamanya di hati, pikiran dan telinga kami," tulis keterangan itu.
[Gambas:Twitter]
Sebelumnya, diketahui Avicii sempat mengambil jeda dari tur pada 2016 karena masalah kesehatan mental. Ia disebut mengalami stres dan sejumlah problem lain terkait mental. Diduga, sejak itu kondisinya tak sempat membaik.
[Gambas:Youtube] (rea)