Dalam episode itu, ada adegan di Winterfell setelah perang melawan pasukan mayat hidup.
"Episode 4 adalah salah satu episode favorit saya, karena sejumlah karakter mendapatkan apa yang mereka butuhkan," kata Harington seperti dilansir Entertainment Weekly.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harington menjelaskan, 20 karakter utama masih berkumpul di Winterfell setelah perang. Dalam cuplikan terlihat Daenerys Targaryen, Jon, Sansa Stark, Tyrion Lannister dan beberapa karakter lain merayakan kemenangan melawan pasukan mayat hidup.
Mereka juga terlihat bersiap menyusun strategi perang melawan Cersei Lannister. Terlihat pula Daenerys melaut dengan armada yang banyak, ditemani dua naganya.
Bukan hanya penonton, ia dan pemain lain juga menyadari bahwa cerita Game of Thrones bisa berubah sewaktu-waktu. "Itu hal yang keren. Ada sesuatu yang tak terduga dan sesuatu yang membuat tidak nyaman. Seperti [karya-karya] Shakespeare," ujarnya melanjutkan.
Apa pun memang bisa terjadi di Game of Thrones. Karakter pahlawan yang dicintai penggemar bisa dengan mudah mati, seperti Ned Stark di episode 1 musim pertama.
Sementara karakter jahat terus bertahan hidup.
Pada episode 3 kemarin, Jon berperang melawan pasukan mayat hidup dengan menunggangi naga. Ia tak berperang di lapangan dengan pedang seperti biasanya.
[Gambas:Video CNN]
Harington merasa kesal karena dengan menunggangi naga ia tak bisa berperang di tengah keramaian, padahal dirinya ingin terlihat keren dengan berperang menggunakan pedang.
"Pada faktanya dia bisa menerbangkan naga, berarti dia harus [berperang dengan menunggangi naga], tetapi tempatnya ada di bawah sana bersama pasukan yang mengayunkan pedang. Tapi seluruh episode itu seharusnya memukau," kata Harington. (adp/rsa)