Sejak ditayangkan, karakter yang dimainkan Clarke, Daenerys Targaryen berhasil menjadi salah satu favorit, sampai Beyonce pun mengaku sebagai penggemarnya. Karakter itu dianggap berhasil mewakili suara para wanita, juga lantaran berani menjadi pemimpin.
Namun citra Daenerys kemudian hancur setelah karakter ini dibuat lebih gelap di musim final. Perubahan itu membuat Clarke takut bila penggemar tak lagi mengidolakan karakter yang dimainkannya sejak 2011, termasuk sang diva pop dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang ingin saya lakukan adalah menjerit, 'Tolong, tolong tetap sukai saya meskipun karakter saya berubah menjadi diktator pembunuhan massal! Tolong masih berpikir bahwa saya mewakili perempuan dengan cara yang benar-benar luar biasa','' kata Clarke soal pertemuan itu, di mana saat itu ia sudah tahu bakal nasib Daenerys.
"Saya berjalan sangat jauh di London dengan linglung, tidak cukup tahu bagaimana mencerna kisah itu," katanya dalam wawancara terbaru. "Sekarang, akhirnya, orang-orang akan tahu, 'Oh, sekarang kami mengerti mengapa musim ini membuatmu amat terpukul'."
Terlepas dengan perubahan yang terjadi pada karakternya, ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa lebih senang bila ada banyak adegan dengan Missandei dan Cersei.
Selain itu, ia pun sempat berbicara soal adegan yang kontroversial pada musim pertama, di mana Khal Drogo (diperankan Jason Momoa) memperkosa Daenerys yang baru saja jadi istrinya. Menurutnya, ia dan Momoa menangis setelah adegan itu.
Lihat juga:Ulasan: 'Game of Thrones' Musim 8 |
"Dia menangis lebih parah dari saya. Itu brutal, tapi dia sangat baik dan peduli. Dia sangat protektif terhadap saya sehingga adegan-adegan itu dapat teratasi," ujarnya. (agn/rea)