Itu disampaikan Clooney saat bicara soal serial terbarunya, Catch-22.
Aktor berusia 58 tahun itu bercerita, tabrakan yang ia alami di Sardinia, Italia pada Juli 2018 berdampak sangat buruk. "Saya menabraknya [orang lain] dengan kecepatan 112 kilometer per jam. Helm saya terbelah. Sepatu saya copot. Tabrakannya keras sekali," ceritanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suami Amal Clooney itu sampai berpikir ia akan meninggal di tempat kejadian. Ia menunggu kapan nyawanya akan tercabut, mengingat kepalanya membentur kaca depan mobil dengan keras.
"Saya berpikir, 'Oke, itu leher saya,'" katanya mengungkapkan pikirannya saat itu.
"Dia memulihkan diri di rumahnya dan akan baik-baik saja," ujar perwakilan Clooney, Stan Rosenfield, melalui surel kepada media hanya beberapa hari setelah kecelakaan.
Clooney pun berjanji tidak akan naik motor lagi. Ia bercanda soal nyawanya sudah habis.
"Jika kau punya sembilan nyawa, saya sudah memakainya semua. Jadi saya tidak akan naik motor lagi," ujarnya sembari bercanda.
Trauma ternyata tak hanya dialami Clooney, tetapi juga produser Catch-22, Grant Heslov. Mengutip Ace Showbiz, ia bersama Clooney saat kecelakaan itu terjadi.
Dalam kesempatan yang sama ia bercerita, ia ingat dirinya lah yang menggotong Clooney usai kejadian. Sama seperti Clooney, ia pun berjanji takkan naik motor lagi.
"Saya berjanji sembari memeganginya [Clooney], menunggu ambulans. Saya berkata pada diri saya sendiri, 'Jika dia [Clooney] hidup, saya tidak akan naik motor lagi,'" ujar Heslov.
Tabrakan itu terjadi saat Clooney sedang dalam perjalanan menuju lokasi syuting Catch-22.
Ia mengendarai skuternya dengan kecepatan 112 kilometer per jam saat sebuah mobil memotong jalurnya dan membuatnya menabrak. Clooney sempat terlempar sekitar enam meter ke udara sebelum akhirnya menyentuh aspal dengan keras. Beruntung ia tak luka terlalu parah. (rsa)