Annisa Pohan Merasa Belum Maksimal Rawat Ani Yudhoyono

CNN Indonesia | Minggu, 02/06/2019 06:11 WIB
Annisa Pohan Merasa Belum Maksimal Rawat Ani Yudhoyono Jenazah Ani Yudhoyono tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (1/6)malam. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menantu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Annisa Pohan, mengenang kondisi Ani Yudhoyono yang sempat membaik saat menjalani perawatan di National University hospital (NUH) Singapura. Hal itu diungkapkan melalui Instagram Stories di akun pribadinya.

"Disini Memo dalam kondisi yang paling baik dari 4 bulan di Rumah sakit, karena hasil darahnya cukup bagus untuk keesokan harinya diperbolehkan keluar kamar sebentar untuk menghirup udara segar," ujar mantan presenter dan model iklan itu melalui akun instagram @AnnisaYudhoyono Minggu (2/6) pagi.

Memo merupakan sebutan kesayangan untuk Ani Yudhoyono dari sang cucu, Almira Tunggadewi Yudhoyono, Putri pasangan Agus harimurti Yudhoyono dan Annisa Pohan.


Melalui unggahan tersebut, Annisa mengenang sang ibu mertua yang semangat latihan, sehingga dapat semakin kuat untuk berjalan.

"Walaupun malam-malam Memo semangat exercise sehingga dapat semakin kuat untuk jalan. Terlihat mukanya sangat bahagia karena tidak sabar menyambut besok. Tidak menyangka tidak lama setelah itu kembali drop kondisinya," ungkap Annisa.

Dalam unggahan tersebut, Annisa juga meminta maaf kalau selama menjadi menantu, perilaku dan perkataannya meyakiti ibu mertua.


"Memo maafkan Annisa, Annisa merasa belum maksimal dalam merawat Memo, seharusnya Annisa bisa lebih baik lagi," tutup Annisa Pohan.

Ani Yudhoyono dirawat di NUH, Singapura, selama beberapa bulan karena menderita kanker darah. Rencananya, Ani akan melalui operasi transplantasi sum sum tulang belakang demi menyembuhkan penyakitnya. Namun, kondisi tubuh Ani menurun, hingga akhirnya wafat Sabtu (1/6) pada pukul 11.50 waktu Singapura.

Putri tokoh militer Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo itu rencananya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6). Pemakaman dilakukan secara militer dengan Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara.




(Antara/lav)