Pada Rabu (12/6), dikabarkan bahwa empat tahun silam, B.I diduga berusaha membeli narkoba dari seseorang berinisial A. Dalam investigasi awal, A menyatakan telah mengantar LSD untuk B.I, namun ketika ditanya lagi, dia mengubah kesaksian. Menurutnya, meski dia dan B.I mendiskusikan kemungkinan membeli narkoba, dia tak pernah mendapatkannya untuk B.I.
Kini, muncul dugaan bahwa Yang Hyun Suk, CEO agensi YG Entertainment telah mempengaruhi pernyataan A saat itu. Menanggapinya, YG Entertainment berkata mereka menemui A hanya untuk mengetahui kesaksian A tentang B.I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dokumen yang sama juga memuat informasi tentang B.I dan obat-obatan terlarang, intervensi YG dengan polisi dalam investigasi A pada 2016, kecurigaan hubungan kepolisian dengan YG, dan informasi pelengkap yang belum diungkapkan.
Belum selesai masalah Seungri yang juga dinaungi agensi YG Entertainment, timbul perkara baru terkait B.I, leader iKon. (JUNG Yeon-Je / AFP) |
Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil disebut segera membentuk tim khusus untuk meninjau laporan itu. Jika ternyata informasi yang dimuat adalah kredibel, mereka akan melanjutkan kasus ke polisi atau penuntut. Di Korea, melapor ke Komisi memang dimungkinkan secara anonim.
Ledakan masalah disulut oleh Dispatch yang melaporkan bahwa B.I dituduh berusaha membeli obat-obatan terlarang. Tak lama, B.I mengumumkan pengunduran diri dari iKon, disusul YG Entertainment mengkonfirmasi berakhirnya kontrak B.I. Sebelumnya, pihak agensi membantah kabar B.I membeli narkoba tersebut dengan mengatakan mereka selalu mengawasi para artis dengan ketat, termasuk mengadakan tes narkoba dua bulan sekali.
"YG secara ketat mengelola penggunaan narkoba dari artis kami. B.I tidak memiliki hubungan dengan kasus narkoba pada 2016. YG membeli kit tes dasar narkoba setiap dua bulan dari Amerika Serikat dan melakukan tes narkoba. iKON juga menjalani pemeriksaan urine sebelum promosi mereka. Termasuk B.I, dan tidak ada anggota yang dites positif [hasilnya]," demikian pernyataan YG.
Di tengah kebingungan dan kericuhan terkait YG Entertainment, penggemar turut bereaksi dengan meluncurkan petisi yang meminta penangguhan segala kegiatan artis YG.
Petisi itu dibuat dan disebut ditempelkan di papan buletin kantor pemerintahan pada Rabu kemarin. Pembuatnya menulis, "Artis-artis YG Entertainment secara konstan terlibat dalam kasus narkoba dan ganja dan seharusnya berhenti dari semua aktivitas dan pemberitaan."
"YG Entertainment menaungi sejumlah besar penyanyi idol, aktor dan penghibur. Belakangan ini, ada begitu banyak skandal narkoba. Ini memang hanya kecurigaan, tetapi ada terlalu banyak masalah yang terjadi dalam satu agensi, yang menunjukkan ada masalah dalam perusahaan," lanjut petisi itu.
"Mereka [para artis] harus berhenti dari segala aktivitas di semua media penyiaran, dan investigasi internal menyeluruh harus dilakukan terhadap agensi," kata si pembuat petisi.
[Gambas:Video CNN] (rea)
Belum selesai masalah Seungri yang juga dinaungi agensi YG Entertainment, timbul perkara baru terkait B.I, leader iKon. (JUNG Yeon-Je / AFP)