Media milik pemerintah Yordania, yang menjadi latar Jinn, memberitakan bahwa serial itu dikecam banyak pihak. Situs militer Yordania bahkan mengaku sedang mempekerjakan unit kriminal siber untuk menarik serial itu dari layanan streaming Netflix di negara mereka.
Disebut-sebut, Jinn menampilkan beberapa adegan yang merusak moral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menjadi kontroversi, mengutip Deadline, adalah karakter yang dimainkan aktris Salma Milhis harus mencium dua pria yang berbeda dalam dua adegan yang berbeda pula. Tak hanya itu, Jinn juga disebut-sebut melontarkan bahasa-bahasa yang kasar.
Diberitakan AP, Netflix Timur Tengah sudah berkomentar atas masalah itu. Mereka menyebut kontroversi soal Jinn di Twitter sebagai "gelombang perundungan."
Mereka menganggap serial itu mengusung tema yang universal.
Wakil Kepala Netflix Internasional, Kelly Luegenbiehl mengatakan pada Arab News, perusahaannya akan memproduksi empat serial lokal dan belajar dari masing-masing.
"Empat serial lokal, tujuan utama kami memanjakan penonton dari negara itu," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Kami masih baru di sini, tapi kami berkembang, dan saya pikir apa yang hebat adalah kami bisa melihat bagaimana penonton merespons konten berbahasa lokal kami dan konten internasional kami." Umpan balik penonton penting untuk keputusan mendatang.
[Gambas:Video CNN] (rsa)