Wanita yang telah menyelesaikan pendidikan teori feminis di Universitas New York mengatakan merasa kesan yang ia bawakan saat masih bekerja di sana tidak cukup reflektif tentang dirinya dan pesan yang sebenarnya ingin ia sampaikan.
"Alasan mengapa saya memutuskan untuk berhenti bekerja dengan Victoria's Secret karena saya merasa bahwa kesan yang saya bawa tidak cukup merefleksikan sebagaimana diri saya, dan juga pesan yang ingin saya sampaikan kepada generasi para perempuan muda di dunia tentang bagaimana makna menjadi cantik," katanya dalam wawancara dengan Vogue Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin saya menggunakan kekuatan suara saya, semakin banyak saya disegani oleh orang-orang sebaya saya. Dan saya pun lebih menghargai diri sendiri. Sekarang saya memiliki rasa percaya diri untuk berdiri tegak, dan tahu kekuatan suara saya," katanya.
"Saya rasa itu (memutuskan kontrak kerja) merupakan sebuah momen yang sangat penting untuk mulai melangkah dengan kekuatan saya sebagai seorang feminis. Dengan kemampuan untuk mengambil pilihan dan naratif saya sendiri, apakah itu melalui perusahaan yang saya pilih untuk bekerja sama, atau melalui kesan yang ingin saya tunjukkan kepada dunia," lanjutnya.
Karlie Kloss memulai kariernya sebagai 'bidadari' Victoria's Secret pada 2013. Ia tampil di dua runway sebelum hiatus untuk melanjutkan pendidikan pada 2015-2016. Lantas ia kembali berlenggok pada 2017 sebelum memutuskan hengkang. Selain menekuni bidang modeling, Kloss memiliki sebuah organisasi pendidikan coding untuk perempuan bernama Kode with Klossy yang didirikan tahun 2014. (taj/rea)