'Spider-Man: Far From Home', 'Investasi' Masa Depan Marvel

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 06/07/2019 15:28 WIB
'Spider-Man: Far From Home', 'Investasi' Masa Depan Marvel Tom Holland sebagai Peter Parker alias Spider-Man dalam 'Spider-Man: Far From Home'. (dok. Sony Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Spider-Man: Far From Home menjadi salah satu film yang ditunggu penggemar karena merupakan akhir dari fase ketiga Marvel Cinematic Universe (MCU). Film ini akan menyajikan dunia Marvel setelah Avengers: Endgame, yang mengisahkan kekalahan Thanos namun Tony Stark dan Natasha Romanoff harus meregang nyawa.

Dalam dua trailer yang dirlis Marvel Studios dan Sony Pictures Entertainment, Peter Parker (Tom Holland) alias Spider-Man belum bisa beranjak dari kematian Iron Man. Ia benar-benar terpukul dengan kematian mentornya.

Hal tersebut secara tidak langsung menjelaskan bahwa Spider-Man: Far From Home benar-benar terdampak Avengers: Endgame. Dan sebenarnya bukan hanya film ini, tetapi juga film-film MCU lain yang akan dirilis mendatang.


Selain itu dibahas pula mengenai siapa yang akan menjadi Iron Man berikutnya. Kemungkinan besar, Spider-Man akan mengambil peran itu karena ia sangat dekat dengan Tony bak anak angkat. Terlebih Spider-Man juga pintar meski tak setara seperti Tony.

'Spider-Man: Far From Home' Buka 'Pintu' Masa Depan Marvel Tony Stark alias Iron Man dalam 'Avengers: Endgame' menjadi benang merah penting di 'Spider-Man: Far From Home'. (dok. Marvel Entertainment via YouTube)

Spider-Man: Far From Home layak menjadi penutup fase ketiga MCU karena mengungkap sejumlah fakta masa lalu yang sejak lama tertutup. Pasalnya film ini sangat berkaitan dengan film-film MCU sebelumnya. Namun, persoalan belum berhenti di situ karena tidak mungkin Marvel Studios hanya mengandalkan satu pahlawan super saja.

Kemungkinan besar akan ada pahlawan-pahlawan lain yang menggantikan posisi Steve Rogers alias Captain America, Bruce Banner alias Hulk, Clint Barton alias Hawkeye dan Thor.

Secara tersirat, posisi Captain America akan digantikan oleh Sam Wilson alias Falcon. Pada akhir film Avengers: Endgame terlihat Captain America memberikan tameng kepada Falcon. Menerimanya, Falcon kemudian berkata ia akan melakukan yang terbaik.

Sementara, belum ada petunjuk terkait pengganti Hulk, Hawkeye dan Thor. Tetapi tidak perlu khawatir karena Marvel Studios sudah memiliki karakter yang siap dikembangkan, seperti Doctor Strange, Black Panther dan Captain Marvel.


Masing-masing tiga karakter di atas sudah memiliki satu film dalam fase ketiga MCU. Tentu sangat mungkin untuk melanjutkan kisah mereka di fase keempat dan fase kelima MCU. Bahkan bukan tidak mungkin mereka akan disatukan dalam satu film seperti Avengers.

Selain itu, Marvel Studios juga siap mengadaptasi karakter-karakter baru dari komik, seperti The Eternals, Shang-Ci dan Kamala Khan. Keputusan ini diambil karena pihak studio memiliki misi khusus untuk mengumpulkan lebih banyak uang.

The Eternals pertama kali dikenalkan lewat komik bertajuk The Eternals #1 yang rilis pada Juli 1976, karya penulis sekaligus komikus Jack Kirby. Mereka merupakan tim pahlawan super yang terdiri dari sejumlah spesies fiksi.

Melansir That Hashtag Show, Presiden Marvel Studios Kevin Feige menyatakan Marvel Studios ingin menampilkan tokoh lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer (LGBTQ). Karakter tersebut dipersiapkan muncul dalam film The Eternals yang dijadwalkan tayang pada 2020.

'Spider-Man: Far From Home' Buka 'Pintu' Masa Depan Marvel Zach Barack (kiri) adalah aktor transgender pertama dalam film besutan Marvel Studios. (dok. Marvel Entertainment via imdb.com)

Komunitas LGBTQ cenderung mendukung film yang menunjukkan eksistensi mereka. Setidaknya mereka akan datang ke bioskop dan Marvel Studios mendapatkan uang. Padahal Marvel Studios sendiri belum tentu sepenuhnya mendukung LGBTQ.

Kemudian Shang-Ci adalah karakter pahlawan super dari Asia yang akan diadaptasi menjadi film. Karakter itu dibuat oleh penulis Steve Englehart dan komikus Jim Starlim. Shang-Ci pertama kali muncul dalam komik Special Marvel Edition #15 yang rilis pada Desember 1973.

Film ini bisa sangat menarik pasar Asia dan sekali lagi, Marvel Studios akan mendapat banyak uang. Seperti film Black Panther (2018) yang berhasil menarik perhatian pasar Afrika. Walau sebenarnya, ujung-ujungnya mereka dijadikan komoditas oleh Marvel.

Berikutnya adalah Kamala Khan alias Ms. Marvel sebagai pahlawan super beragama Islam. Gadis Pakistan-Amerika berusia 16 tahun itu diciptakan oleh penulis G. Willow Wilson, seniman Adrian Alphona dan duo editor Sana Amanat dan Stephen Wacker. Serial bukunya debut pada Februari 2014 lalu.


MCU bisa semakin besar karena Disney yang menaungi Marvel Studios telah mengakuisisi 21th Century Fox. Diketahui Fox memproduksi beberapa film yang diadaptasi dari Marvel Comics, seperti X-Men, Fantastic Four dan Deadpool. Hal ini memungkinkan Marvel Studios membuat karakter yang sebelumnya ada di bawah naungan Fox.

Bila Marvel memproduksi karakter yang sebelumnya ada di Fox, dalam setahun mereka bisa memproduksi lebih dari dua film. Itu seperti yang mereka lakukan di medio 2017-2019, di mana mereka merilis tiga film tiap tahun. 

"Kami selalu mengatakan tidak ada mandat untuk membuat lebih dari dua film dalam satu tahun. Tapi, seperti yang kita lihat beberapa tahun terakhir. Ketika itu terjadi secara natural, ada ide dan ada tim yang siap, kami tidak akan menahan sesuatu," kata Feige.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)