Melalui patung itu, Sheeran ditampilkan seperti sedang tiduran menyamping dengan bertumpu di tangan kanannya sambil mengenakan kemeja putih lengan pendek, celana merah pendek, serta kacamata hitam.
[Gambas:Instagram]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
Akhir pekan ini menjadi yang pertama kalinya bagi Sheeran menggelar konser di negara beruang merah itu. Konser dilakukan setelah ia merilis album No. 6 Collaborations Project bersama Justin Bieber, Stormzy dan Cardi B.
Seperti dilansir NME, No. 6 Collaborations Project dalam 10 atau 20 tahun mendatang bisa menjadi kapsul waktu yang tepat untuk menggambarkan musik pop 2019. Proyek ini tak disebut sebagai album dan malah lebih seperti koleksi kolaborasi cerdas yang mampu mengaburkan batasan-batasan genre tradisional tanpa disadari.
Masih ada Bruno Mars dan penyanyi country Chris Stapleton untuk Blow, Skrillex memberi sentuhan elektronik di Way to Break My Heart. Chance the Rapper dan PnB Rock diketahui tampil dalam Cross Me yang video liriknya telah dirilis baru-baru ini.
Selain itu, masih ada Travis Scott (II), Meek Mill, Khalid, Stormzy, Ella Mai dan penyanyi baru Yebba. Dilansir Aceshowbiz, Sheeran mengungkapkan kegembiraannya bekerja bersama banyak talenta lain.
"Saya penggemar berat dari semua artis yang bekerja bersama saya di album ini," kata pelantun Happier itu.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)