Adegan ini dibuka dengan Sancaka kecil (Muzaki Ramdhan) yang terlihat basah kuyup dan tersengal-sengal sambil menunjukkan ekspresi marah. Adegan pun berpindah dan menunjukkan Sancaka kecil yang berlari dan dikejar sekerumunan orang. Diiringi oleh Narasi yang dibawakan oleh Awang (Faris Fadjar).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adegan kerusuhan ini semakin diperkuat dengan menampilkan petugas keamanan berbaju lengkap yang menyerang kerumunan massa. Kerusuhan itu seolah menampilkan latar cerita Indonesia sedang kacau. Hal itu pun semakit diperkuat dengan narasi yang menyebut bahwa satu negara akan hancur.
Karakter Sancaka alias Gundala diperankan oleh aktor Abimana Aryasatya. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
"Entar juga satu negara hancur pada bunuh-bunuhan," kata karakter lainnya.
Saat sang sutradara, Joko Anwar ditanya soal latar waktu, ia menyebut bahwa kejadian di film itu terjadi di tahun 2019.
Lihat juga:'Gundala' Tayang di Bioskop 29 Agustus 2019 |
Selain kerusuhan, trailer perdana Gundala juga menyuguhkan aksi Sancaka menggunakan kekuatannya. Digambarkan dalam trailer itu, Sancaka tengah melawan tiga orang yang menggunakan kapak. Mereka digambarkan terpelanting oleh listrik yang keluar dari tangannya.
Sancaka yang tengah menggunakan kostum pun ditampilkan dalam trailer ini. Ia diperlihatkan tengah beradu pukul dengan musuhnya menggunakan kostum berwarna cokelat.
Sutradara film Gundala, Joko Anwar. (Dok. HBO Asia) |
Sejumlah adegan seperti kerusuhan, kongkalikong antar tokoh antagonis, Sancaka kecil berlatih beladiri, hingga Sancaka dewasa bertelanjang dada ditampilkan dalam trailer ini. Trailer pun ditutup dengan adegan Sancaka yang tengah tersambar petir.
Dalam trailer ini Gundala seakan digambarkan sebagai sosok patriotik di tengah kekacauan yang terjadi. Patriotisme ini sendiri, kata Joko, tidak akan digambarkan secara klise.
"Enggak klise yang pasti," kata Joko.
(sah/arh)
Karakter Sancaka alias Gundala diperankan oleh aktor Abimana Aryasatya. (
Sutradara film Gundala, Joko Anwar. (