"Jika Anda bertanya pada kru orisinal Lion King, kebanyakan dari mereka akan mengatakan 'kenapa Anda harus melakukan itu (membuat versi live-action)?' Itu sangat menyakitkan," kata Stephan kepada HuffPost.
Hal itu disampaikan setelah 13 animator yang bertanggung jawab atas film animasi klasik ini berdiskusi mengenai CGI hasil adaptasi yang dibuat Jon Favreau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stephan merupakan satu dari tiga animator yang mau terang-terangan mengutarakan pendapat. Kebanyakan dari animator lainnya memilih tak berkomentar karena mereka bahkan tidak berminat menonton versi live-action tersebut.
Para animator film The Lion King 1994 mengeluhkan produksi terbaru kisah Simba yang berbentuk live-action. (dok. Walt Disney Pictures via imdb.com) |
Stephan menyebut performa pengisi suara The Lion King 2019 'lemah' dan 'kaku'. Dia juga menilai desain karakter dalam film terasa 'terlalu nyata'.
"Saya jadi teringat dengan film alam zaman dulu ketika mereka sulih suara dan mulutnya bergerak. Saya pikir ini murahan sekali. Sepertinya terlalu cepat untuk yang satu ini," keluhnya.
Namun, beberapa animator lainnya seperti Alexander Williams dan Dave Bossert memuji versi terbaru The Lion King. Mereka adalah pencipta Scar dan efek visual dari film yang sebelumnya.
"Secara keseluruhan saya pikir versi ini berdiri sendiri. Tak hanya menampilkan cerita yang hebat tetapi juga penghormatan terhadap film aslinya," kata Bossert.
The Lion King 2019 menggandeng nama-nama besar untuk menjadi pengisi suaranya, mulai dari Beyonce, Donald Glover, Seth Rogen, James Earl Jones dan John Oliver.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)
Para animator film The Lion King 1994 mengeluhkan produksi terbaru kisah Simba yang berbentuk live-action. (dok. Walt Disney Pictures via imdb.com)