Selama ini, Mbah Moen tak hanya dikenal sebagai pemimpin pesantren besar, Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Mbah Moen juga aktif berpolitik melalui PPP.
Namun tak hanya elite politik yang merasa kehilangan Mbah Moen. Budayawan Indonesia Agus Hadi Sudjiwo atau yang dikenal dengan Sudjiwo Tedjo turut mengungkapkan rasa kehilangan ketika mengetahui Mbah Moen telah tiada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mbah Moen Meninggal Dunia di Makkah |
Hal itu disampaikan melalui akun Twitter pribadi, @sudjiwotedjo, pada Selasa (6/8). Ia mengungkapkan kesedihan sekaligus kebanggaan mengetahui Mbah Moen tiada ketika sedang menjalani ibadah umroh.
[Gambas:Twitter]
Sudjiwo Tedjo mengaku iri dengan wafatnya Mbah Moen kala menunaikan ibadah haji di Makkah, Selasa (6/8). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Alissa menyatakan banyak hal yang diberikan Mbah Moen kepadanya mulai dari kerudung, surban, hingga hal-hal yang imaterial sebagai bentuk kasih sayang kepadanya. Ia juga berterima kasih karena Mbah Moen tetap menghormati Gus Dur dengan tak pernah melewatkan Haul Gus Dur di Tebuireng setiap tahunnya.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Berita meninggal Mbah Moen awalnya dikonfirmasi langsung oleh sejumlah politikus PPP. Sepanjang hidupnya, Mbah Moen dikenal sebagai seorang yang berhati baik, ahli fikih, sekaligus penggerak baik di lingkungan organisasi keagamaan maupun di kehidupan politik.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)
Sudjiwo Tedjo mengaku iri dengan wafatnya Mbah Moen kala menunaikan ibadah haji di Makkah, Selasa (6/8). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)