Melansir NME, Sullivan merupakan profesor di Indiana University School of Medicine yang meneliti tentang genetika. Ia menggunakan penelitian oleh Gnome, perusahaan riset yang mempelajari DNA Osbourne pada 2010 silam.
Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana Osbourne hidup panjang umur meski mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang secara berlebihan. Diketahui pada tanggal 3 Desember nanti, vokalis Black Sabbath itu berusia 71 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila diperhatikan, Osbourne tergolong sebagai musisi yang sangat aktif walau sudah usianya sudah berkepala 7. Sejak 2018 lalu ia menggelar rangkaian tur bertajuk No More Tours 2.
Pada Januari 2019 Osbourne dirawat di rumah sakit karena mengidap flu yang bermuara menjadi paru-paru basah. Sebulan kemudian, ia mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit swasta, kesehatannya memburuk dan dikhawatirkan terkena radang paru-paru.
Akhirnya Osbourne menunda tur sepanjang tahun 2019 pada April lalu setelah dokter menyarankannya untuk beristirahat sampai benar-benar pulih setelah mengalami sakit pneumonia di tahun lalu. Kondisinya selalu dipantau oleh dokter, terutama setelah serangkaian kecelakaan dan cedera yang dialami sang vokalis dalam beberapa tahun terakhir.
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)