Adegan dalam film 20,000 Leagues Under the Sea (1954) itu terekam jelas dalam kepala seorang anak kelahiran 25 Desember 1946. Pagi hari berikutnya, usai bangun tidur si bocah menirukan gaya jalan Nemo di dalam air. Ia berjalan sampai keluar kamar tidur.
Kakak-kakaknya yang berada di luar kamar tidur ternyata memperhatikan tingkah si adik. Refleks, mereka berkata sembari menunjuk, "Wah, Captain Nemo, Captain Nemo."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Henry mendeskripsikan Hasmi sebagai pribadi hangat, dalam artian ramah, rendah hati dan mudah akrab dengan orang lain. Lambat laun, keduanya jadi saling memahami. Begitu dekatnya mereka, Hasmi pun kerap mengomentari dan memberi masukan kepada Henry yang saat itu berprofesi sebagai wartawan.
"Saya sempat ada tiga bulan di Yogyakarta pada tahun 2010. Di sela liputan dan liburan, saya pasti main ke rumah Pak Hasmi. Dalam seminggu bisa tiga kali bertemu Pak Hasmi," kata Henry mengingat.
Kedekatan itu Henry manfaatkan untuk bertanya lebih dalam mengenai hal kesukaannya, seri komik Gundala Putera Petir. Adalah kesempatan yang sangat langka bisa bertemu dan mengenal langsung komikus yang ia gemari sejak kecil. Bahkan, ia mengakui telah jatuh cinta di perkenalan pertama dengan Gundala.
Henry telah membaca dan mengoleksi puluhan, mungkin ratusan komik lain, namun hatinya tak pernah bergeser untuk Gundala dan Godam.
Salah satu yang sempat lama menjadi pertanyaan besar bagi Henry adalah kemunculan karakter Nemo dalam seri komik Gundala Putera Petir. Nemo diceritakan sebagai pelukis, ia sering diminta Gundala untuk menggambar sketsa peristiwa kejahatan.
Inilah Captain Nemo dari film 20,000 Leagues Under the Sea (1954) yang membuat Gundala memiliki rekan setia bernama Nemo dalam komiknya. (dok. Walt Disney Production) |
Panakawan, kata Henry, juga biasa disebut sebagai abdi. Saat ini, istilah abdi lebih lekat sebagai orang yang bekerja dan mendedikasikan hidup kepada kerajaan di Jawa, misalnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kasunanan Surakarta.
"Selain sebagai abdi Gundala, ternyata Nemo ini juga representasi Pak Hasmi dalam komik, beliau sendiri yang bilang ke saya. Karakter Nemo pertama kali muncul dalam komik bertajuk Bentrok Djago-Djago Dunia (1971)," kata Henry.
S E M E S T A B U M I L A N G I T |
Bukan berhenti sampai di sana, Nemo juga diceritakan memiliki kegiatan yang sama dengan Hasmi. Sebelum menjadi komikus, Hasmi sempat main teater, serupa dengan Nemo yang diceritakan tampil di Teater Stemka dalam komik bertajuk Pengantin Buat Gundala (1977).
Satu waktu, Hasmi sendiri berkata pada Henry, karakter Nemo dalam seri komik Gundala Putera Petir bukan sekadar tempelan. Karakter itu benar-benar memiliki ikatan dengan Gundala, baik dalam komik atau dalam dunia nyata.
Tanpa ada 'Nemo' yang setia, tidak akan ada Gundala.
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)
Inilah Captain Nemo dari film 20,000 Leagues Under the Sea (1954) yang membuat Gundala memiliki rekan setia bernama Nemo dalam komiknya. (dok. Walt Disney Production)