Dilaporkan The Guardian pada Senin (2/9), pastur dari Sekolah Katolik St. Edward di Nashville mengirimkan surel kepada para orang tua murid tentang penghapusan buku seri milik J.K. Rowling atas saran 'beberapa pengusir setan'.
"Buku-buku tersebut menyajikan sihir sebagai hal yang baik dan buruk, yang sebenarnya tidak benar, tetapi faktanya sebagai penipuan yang cerdas. Berbagai kutukan dan sihir yang digunakan dalam buku tersebut benar adanya, di mana roh jahat dapat bangkit ke hadapan orang yang membacanya," tulis Pendeta Dan Reehil kepada media setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian menambahkan meskipun buku-buku tersebut masih ada sampai akhir semester, tetapi perpustakaan baru yang berada di sekolah tidak menyediakannya.
Nama Daniel Radcliffe mengorbit tinggi setelah dirinya membintangi film 'Harry Potter' yang dipenuhi konten sihir sejak usia muda. (Foto: REUTERS/Danny Moloshok) |
Dirilis pertama kali pada tahun 1997, buku Harry Potter bercerita tentang berbagai kisah baik dan buruk yang berfokus pada petualangan Harry Potter seorang penyihir muda keturunan manusia yang berjuang melawan sihir jahat dari Lord Voldemort.
Meskipun buku ini sukses di seluruh dunia, serial yang dikarang oleh J.K. Rowling tersebut beberapa kali dilarang di beberapa sekolah di AS dan Inggris karena dituduh mendukung setan atau ilmu hitam.
[Gambas:Video CNN] (lau/rea)
Nama Daniel Radcliffe mengorbit tinggi setelah dirinya membintangi film 'Harry Potter' yang dipenuhi konten sihir sejak usia muda. (Foto: REUTERS/Danny Moloshok)