Pendapatan itu disebut NME lebih besar dari Guns N Roses, AC/DC, dan band-band lain. Studi yang diberi judul Tour & Destroy: The Case for Metallica as the World's Biggest Touring Act itu menggunakan data yang tercatat sejak awal perjalanan Metallica, membuka fakta bahwa mereka telah menjual 22,1 juta tiket konser.
Pemilik megahit Seek and Destroy tersebut telah tampil di 48 negara dan tujuh benua, termasuk Antartika, sebuah prestasi yang sulit disaingi oleh band lain. Perhitungan itu belum termasuk penjualan merchandise, mencatat US$125 juta hanya di Amerika Utara sejak tahun 1991.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tur yang masih berlangsung ini, Metallica telah mendapatkan US$430 juta atau setara Rp9 triliun dengan penjualan 4,1 juta tiket.
"Saya terus berpikir dan mendorong diri saya sendiri untuk percaya bahwa tahun-tahun terbaik Metallica masih ada di depan. Menjawab pertanyaan 'Apa rekaman favorit Anda?', jawabannya adalah yang berikut ini, yang belum kami rekam," kata pria yang juga jadi salah satu otak Metallica tersebut.
"Ini semua tentang kemungkinan, selalu tentang apa yang bisa terjadi, apa yang akan datang. Untuk saya, itu yang terpenting dan pemikiran seperti itu jadi bagian penting tentang kenapa Metallica masih terhubung dengan semua orang di seluruh dunia," lanjut Lars Ulrich.
Metallica pernah berkolaborasi dengan Lady Gaga di panggung Grammy Awards 2017. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni) |
Baru-baru ini, Metallica mendonasikan pendapatan dari tur WorldWired di Eropa sebesar US$1,6 juta lewat yayasan donasi milik mereka sendiri, All Within My Hands yang didirikan pada 2017. Putaran ke-9 WorldWired itu meliputi Denmark, Belanda, Prancis, Jerman, Inggris, Skotlandia, dan Belgia.
Donasi itu lantas dibagikan sesuai kebutuhan per negara, misalnya pada kelompok yang membantu orang-orang yang tak punya rumah di Jerman dan Inggris.
[Gambas:Twitter] (rea)
Metallica pernah berkolaborasi dengan Lady Gaga di panggung Grammy Awards 2017. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)