Selain menghibur lewat musik, The 1975 banyak berinteraksi dengan penonton. Mulai dari kegembiraan mengadakan pertunjukan, hingga konsultasi soal merchandise yang akan dibuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah itu hanya bisa satu warna?" lanjut Matty bertanya dan dijawab, "Tidak," oleh penonton.
The 1975 kembali ke Jakarta untuk kedua kalinya pada Minggu (29/9) di GBK Senayan. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri) |
Sebelumnya, Matty sempat berkicau di Twitter tentang rencananya membuat merchandise berupa hijab. Dia mengaku ide pembuatan itu terinspirasi oleh pemilik akun @Serendipititty.
"The 1975 Hijabs coming through for the haram-bae's!! Currently working on them. Selection of pins also I'm hoping," kicaunya pada Agustus lalu.
[Gambas:Twitter]
Konser The 1975 di Jakarta merupakan yang kedua setelah menjadi penampil di Festival We The Fest pada 2016 lalu. Dalam konser kali ini, penampilan pencetak hit Chocolate itu dibuka oleh Barasuara yang menyanyikan lagu andalannya, Pikiran dan Perjalanan, Guna Manusia, Bahas Bahasa, serta Api dan Lentera.
Selain menampilkan pertunjukan musik, The 1975 juga mengajak penonton untuk sadar akan kondisi dunia saat ini yang sedang tak baik-baik saja. Dia menyoroti isu krisis iklim, politis, masalah kekerasan senjata, hingga permasalahan sosial di tengah gejolak masyarakat modern.
[Gambas:Video CNN] (agn/rea)
The 1975 kembali ke Jakarta untuk kedua kalinya pada Minggu (29/9) di GBK Senayan. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)