Tanpa basa-basi, band beraliran rock selancar itu naik panggung XYZ 30 menit kemudian. Nomor lagu "Tenggelamkan" dan "Fish Bomb" menggebrak menit-menit awal aksi panggung mereka. ABK yang sebelumnya hanya diam menunggu, mulai membenturkan diri satu sama lain. Moshing!
Dalam aksinya kali ini, The Panturas kedatangan pemain tambahan di posisi kibor sekaligus synthesizer dan brass section yang hanya terdiri dari trompet dan trombon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana semakin kelewat gila saat The Panturas membawakan "Pergi Tanpa Pesan", "Putra Petir", dan "Queen of the South".
Suasana asyik itu tak lepas dari aksi panggung sang vokalis, Abyanza Nabilio, atau yang akrab disapa Acin. Dia melangkah maju ke bibir panggung seakan menantang para penonton untuk terus berjoget sampai gila. Aksi bermain gitar sembari tidur terlentang dan mengangkat kaki pun tak lewat dilakoninya.
Tak berhenti sampai di sana, The Panturas masih memberikan kejutan lain. Usai membawakan "Fisherman's Slut", The Panturas memanggil Oscar Lolang untuk menyanyikan lagu "Arabian Playboy" sesuai dengan versi album Mabuk Laut.
Selain The Panturas, penampilan Frau yang tampil pada pukul 17.00 WIB pun tak kalah menyegarkan. Musisi asal Yogyakarta itu tampil di area Gigs Stage yang lebih kecil daripada area lainnya. Tempatnya yang kecil membuat para penonton rela mengantre.
Tak hanya itu, gelaran festival hari kedua juga diisi oleh sederet nama lain seperti The Brandals, Seringai, Tohpati Bertiga, Superglad, The Sigit, Mesin Tempur, dan masih banyak lagi.
Digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, festival ini masih berlangsung hingga Minggu (6/10). Sederet musisi lintas genre dan generasi turut memeriahkan gelaran rutin tahunan ini.
[Gambas:Video CNN]
(adp/asr)