Menurut Ketua Umum Yayasan Anugerah Musisi Indonesia (YAMI), Dwiki Dharmawan, kualitas yang ditunjukkan musisi dalam negeri kini semakin bagus. Terlebih, tak sedikit karya lokal yang telah didengar oleh penggemar musik di belahan dunia lain.
"Tema itu tercipta berkat adanya karya-karya musisi Indonesia semakin menunjukkan kualitas yang bisa bersaing dengan karya musisi luar negeri, dan bahkan sudah banyak dinikmati oleh penggemar musik di mancanegara," kata Dwiki di Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami (YAMI) ingin menjadi jembatan untuk musisi indonesia agar dapat bersinar di mancanegara, saat ini dunia berada di genggaman tangan kita melalui musik. Sudah saatnya sekarang insan musik Indonesia lebih maju dan lebih kreatif lagi serta lebih bisa berdiri dalam 'playlist' yang sama dengan musisi mancanegara," kata Dwiki.
Dwiki menegaskan, para anggota memiliki tugas menentukan calon nomine serta pemenang.
Ketua Bidang Kategori YAMI Syahrani mengatakan tahun ini pihaknya mulai menggunakan sistem daring. Artinya, musisi bakal lebih mudah untuk mendaftarkan karya.
"Meski kita sudah menerapkan sistem online, kita juga tetap melakukan pertemuan guna memasukkan dan berdiskusi kategori yang cocok untuk musisi yang mendaftarkan karya-karyanya," ujar Syahrani.
Pendaftaran karya untuk AMI Awards 2019 dibuka mulai Juli 2018 hingga Juni 2019 lalu. Data yang terkumpul kemudian akan jadi materi dalam sidang kategorisasi. Di sidang ini lagu-lagu bakal ditempatkan sesuai genre masing-masing, sekaligus menentukan kategorisasi yang akan dinilai oleh pakar, dan disebarkan ke seluruh anggota YAMI untuk dilakukan pengambilan suara secara daring.
[Gambas:Video CNN] (rea)