"Seluruh keluarga saya membaca itu (naskah). Itu bukan praktik standar tapi saat itu kami sedang bersama dan saya membuat keputusan dan penasaran apa yang mereka pikirkan," kata Phoenix seperti dilansir Aceshowbiz.
Phoenix melanjutkan, "Kami banyak mendiskusikan itu. Tidak ada jawaban yang mudah dan banyak pertanyaan yang diajukan sehingga membuat kami semua berpikir. Jadi saya rasa saya sudah mengantisipasi beberapa hal (kontroversi)."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, film yang mengisahkan masa lalu Arthur Fleck ini juga dipandang bisa memicu tindakan kriminal lain. Dalam film, Joker membangun narasi bahwa boleh melakukan tindak kriminal selama dianggap benar oleh pelaku.
"Saya rasa ini menarik karena memicu percakapan dan perdebatan. Sangat menyenangkan membicarakan itu, tetapi akan lebih membantu bila kalian sudah nonton," kata Phillips.
Sutradara Todd Phillips mengakui 'Joker' adalah film yang kompleks. (dok. Warner Bros Pictures) |
Meski kontroversi, Joker mencetak rekor di pasar domestik Amerika Utara dengan memperoleh US$93,5 juta atau setara dengan Rp1,3 triliun pada akhir pekan debut.
Atas capaian dari 4.375 lokasi tersebut, Variety menyebut Joker berhasil mengukir rekor baru, yaitu penayangan debut terbesar di Oktober sepanjang masa. Perolehan Joker ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Venom dengan US$80 juta.
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)
Sutradara Todd Phillips mengakui 'Joker' adalah film yang kompleks. (dok. Warner Bros Pictures)