Rihanna berbincang dengan Vogue terkait sejumlah penembakan yang terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, terutama insiden di El Paso dan Dayton.
Rihanna menyebut kekerasan dengan senjata tersebut menghancurkan masyarakat Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manusia paling sakit jiwa di Amerika saat ini tampaknya adalah presiden," kata Rihanna.
Insiden penembakan massal di Walmart di El Paso, Texas terjadi pada Agustus lalu dan menewaskan 20 orang dan terjadi setelah sejumlah insiden serupa di berbagai lokasi di Amerika Serikat.
Tersangka penembakan terhadap 31 orang di supermarket Walmart di El Paso, Texas mengaku jika aksinya itu menargetkan orang Meksiko.
Detektif Adrian Garcia mengatakan pelaku bernama Patrick Crusius mengakui aksi pembunuhan massal tersebut ketika ditangkap oleh pihak kepolisian.
Pelaku diketahui berusia 21 tahun dan telah didakwa dengan pembunuhan berencana dan ditahan tanpa surat jaminan.
"Terdakwa menyatakan targetnya adalah orang Meksiko," kata Garcia.
Kandidat presiden dari Partai Demokrat menuduh Trump membuat sentimen nasionalis kulit putih rasis dengan anti-imigran semakin panas. Mereka mengatakan Trump telah menciptakan iklim politik yang kondusif bagi kekerasan berbasis kebencian.
Penduduk di El Paso kemudian meminta kepada Trump untuk menjauh dari mereka, setelah ia berpidato mengutuk kejadian tersebut dan berencana ke sana.
Sebelumnya Presiden meminta kepada masyarakat Amerika Serikat untuk mengutuk kefanatikan namun pidatonya itu bertolak belakang dengan riwayat kicauan Trump yang bernada rasisme.
Rihanna menyebut kekerasan dengan senjata menghancurkan masyarakat Amerika Serikat. (Christopher Polk/Getty Images for NARAS/AFP) |
Para kritikus kemudian merujuk kalimat tersebut dengan yang sering diujar oleh Trump, yaitu ia sering menggambarkan kelompok imigran hispanik sebagai bagian dari "invasi".
Trump juga menyebut orang-orang Meksiko dan Amerika Tengah sebagai penjahat, anggota geng, dan pemerkosa.
Ketidaksukaan Rihanna terhadap Donald Trump bukan kali ini saja diumbar ke publik, sebelumnya pelantun Russian Roulette itu mencabut semua katalog karyanya dari "lisensi identitas politik" sehingga Trump tidak dapat digunakan untuk bahan kampanye. (afp/end)
Rihanna menyebut kekerasan dengan senjata menghancurkan masyarakat Amerika Serikat. (Christopher Polk/Getty Images for NARAS/AFP)