"Banyak kejutan (arahan dari sutradara) di lokasi syuting, tapi saya enggak punya pilihan. Sutradara pasti punya maksud dan saya jalankan semaksimal mungkin," kata Christine saat jumpa media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).
Dalam Perempuan Tanah Jahanam, Christine memerankan karakter Nyi Misni yang merupakan salah satu tetua desa. Penjelasan Christine tersebut merujuk pada beberapa adegan Nyi Misni dengan aksi yang terbilang menegangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Joko mengaku bahwa Christine Hakim sebagai pemeran Nyi Misni sudah ada dalam pikirannya sejak naskah Perempuan Tanah Jahanam rampung pada 2009. Ia pun rela 'mengejar' sang aktris sampai ke Yogyakarta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Perempuan Tanah Jahanam baru digarap tahun ini karena membutuhkan teknis dan estetika yang halus. Joko harus menunggu 10 tahun lamanya agar dapat merealisasikan pemikirannya soal film tersebut.
Film 'Perempuan Tanah Jahanam' membutuhkan waktu 10 tahun sampai realisasinya. (dok. Base Indonesia/YouTube) |
Sutradara berusia 43 tahun ini juga sempat melakukan riset untuk menjaga otentisitas cerita. Ia bersama tim perempuan menghabiskan waktu sampai tiga bulan untuk mencari desa yang sesuai dengan deskripsi di naskah, namun gagal menemukannya.
"Art director kenal pecinta alam yang ketemu hutan di sebuah tempat. Katanya ke hutan itu 30 menit, tapi dua jam enggak sampai. Akhirnya buka jalan dan syuting ke situ," kata Joko.
Sejumlah aktor yang turut berperan dalam Perempuan Tanah Jahanam berasal dari kawasan di mana tempat itu menjadi lokasi syuting. Seperti daerah di Malang, Gempol, Palapakis, Lumbang, Bromo, Lumajang, Ijen, dan Banyuwangi.
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)
Film 'Perempuan Tanah Jahanam' membutuhkan waktu 10 tahun sampai realisasinya. (dok. Base Indonesia/YouTube)