Tak heran muncul banyak pertanyaan mengapa film Korea bisa mencapai posisi seperti saat ini: jadi favorit Hollywood, menjuarai berbagai festival dan penganugerahan film dunia, dan digilai masyarakat lintas bangsa juga negara.
Profesor di Busan Asian Film School (AFiS) sekaligus pengamat perfilman Korea Darcy Paquet menjabarkan kepada CNNIndonesia.com, bahwa Korea memiliki lebih dari satu 'kartu As' dalam kesuksesan industri perfilmannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:7 Film Korea Legendaris dalam 100 Tahun |
"Para penonton tetap mendorong industri film untuk terus membuat film yang lebih baik," katanya.
Film 'Parasite' kini jadi favorit para kritikus Hollywood. (Dok. CJ Entertainment/Korean Film Council) |
Namun Paquet tak menampik bahwa trik membuat para penonton terus 'lapar' dengan karya sinematik Korea adalah penempatan bintang dalam setiap proyeknya.
Seperti Indonesia, Paquet menyebut agak sulit film bisa dibuat sukses bila tak mencantumkan seorang bintang besar.
"Sistem bintang film ini memberikan banyak keuntungan untuk industri film, namun sejumlah kritikus mengkhawatirkan investor terlalu fokus pada bintangnya ketimbang cerita film," kata Paquet.
Pemerintah Korea Selatan mulai membenahi dukungan kepada industri film usai diktator Park Chung-hee yang membuat UU Film yang kolot meninggal dunia pada 1979. Amandemen UU Film pada 1984 membuat industri film Korea bisa bernafas lega.
Namun dukungan tidak berhenti sampai di situ. Berbagai kebijakan Pemerintah Korea yang sempat memperketat impor film asing dan memberi izin perusahaan Hollywood membuka kantor di Korea turut mendorong industri perfilman.
Pemerintah Korea Selatan mulai membenahi dukungan kepada industri film usai diktator Park Chung-hee yang membuat UU Film yang kolot meninggal dunia pada 1979. (Unknown via Wikimedia Commons) |
"Kebanyakan kontribusi pemerintah kepada industri film adalah secara tidak langsung. Contohnya, menyediakan pendampingan pemasaran atau membiayai sekolah film dibandingkan langsung berinvestasi pada berbagai proyek film," kata Paquet.
"Ini sebagian karena Korea memiliki pasar film besar dan ekonomi maju, sehingga ada sumber keuangan lain untuk film," lanjutnya.
"Saya pikir emosi dalam film Korea dikomunikasikan sangat langsung kepada penonton. Jika banyak film Hollywood berpusat di sekitar aksinya, film Korea tampaknya berpusat di adegan-adegan emosi yang intens," katanya.
[Gambas:Video CNN] (end)
Film 'Parasite' kini jadi favorit para kritikus Hollywood. (Dok. CJ Entertainment/Korean Film Council)
Pemerintah Korea Selatan mulai membenahi dukungan kepada industri film usai diktator Park Chung-hee yang membuat UU Film yang kolot meninggal dunia pada 1979. (Unknown via Wikimedia Commons)