Diketahui, Konser Musik untuk Republik diselenggarakan selama tiga hari sejak Jumat sampai Minggu, 18-20 Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lilo, dirinya dan musikus lain yang ikut menghadap Jokowi sempat mengadu tentang kondisi antar sesama musisi yang dianggap terbelah akibat Pemilihan Presiden (Pilpres) April 2019.
Presiden Jokowi beberapa kali muncul di pentas musik cadas. Namun, kini hal itu sudah jarang dilakukannya. (Dok. Agus Suparto/Fotografer Pribadi Jokowi) |
Lilo mengatakan Jokowi sangat mendukung acara ini terlebih tujuannya menyatukan musikus dan masyarakat pasca Pilpres.
"Terus saat itu Pak Presiden nanya, perlu apa. Kami tidak perlu apa-apa. Kami tidak perlu uang dan apa-apa. Kami hanya minta bapak hadir," ucap dia.
"Tapi 18-19 udah lewat, ya mungkin besok. Tapi tidak hadir juga tidak apa-apa," kata dia.
Ia menambahkan kemungkinan 'Musik untuk Republik' bakal menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan bukan cuma di wilayah Jakarta.
[Gambas:Video CNN]
"Ya daerah lain kami bisa gelar sampai semua elemen masyarakat dan musisi bersatu kembali," kata Lilo.
Di tempat yang sama, band rock yang populer di era 90-an Voodoo berharap Presiden Joko Widodo hadir di gelaran itu. Terlebih, konser ini juga menampilkan genre rock yang merupakan kegemaran mantan Wali Kota Solo itu.
"Ya Pak Presiden kan suka musik, mudah-mudahan musik kita jadi bisa lebih berkembang dan berkualitas," kata Vokalis Voodoo Novy Rock.
Diketahui, Jokowi, bersama Ma'ruf Amin, akan dilantik sebagai Presiden-Wakil Presiden periode 20219-2024 di MPR, 20 Oktober. Sebelum dan sesudah pelantikannya, Jokowi diketahui banyak disibukkan dengan agenda menerima kunjungan sejumlah pemimpin atau pun utusan khusus negara sahabat sejak pagi hingga malam hari, di Istana Merdeka.
(ryh/arh)
Presiden Jokowi beberapa kali muncul di pentas musik cadas. Namun, kini hal itu sudah jarang dilakukannya. (