"Kami telah memikirkan hal itu, festival mana yang paling pas bagi Perempuan Tanah Jahanam untuk premier internasional. Tapi setelah rilis di Indonesia," kata Justin Kim kepada CNNIndonesia.com saat press screening Perempuan Tanah Jahanam bulan lalu.
Justin menyatakan timnya fokus untuk membuat Perempuan Tanah Jahanam sukses di dalam negeri terlebih dahulu secara komersial dan mendapat ulasan baik dari para kritikus film. Setelah itu, mereka baru akan memikirkan lebih lanjut tentang festival film internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tergantung. Setelah rilis di Indonesia kami akan atur rencana waktu rilis berdasarkan kawasan dan tentu saja juga berpotensi di pasar Korea," ucap Justin.
Film ini menceritakan tentang keinginan Maya yang diperankan Tara Basro untuk mengungkap misteri keluarganya. Maya mengalami permasalahan termasuk dalam pekerjaan bersama Dini (Marissa Anita). Masalah itu membuatnya ingin 'rehat' sejenak dengan mengunjungi tanah leluhur.
Hingga pada suatu malam, Maya menemukan kenyataan rumit tentang masa lalu dan keluarganya yang membuat dirinya harus berjuang menyelamatkan hidup. Perjuangan Maya dalam Perempuan Tanah Jahanam bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.
Sebelum Perempuan Tanah Jahanam, Joko Anwar telah lebih dulu membawa Gundala premier internasional melalui Midnight Madness Toronto International Film Festival (TIFF) pada September 2019, tak lama setelah mendapatkan 1 juta penonton di dalam negeri.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)