Susi Susanti (diperankan Laura Basuki) sudah mencintai bulutangkis sejak usia 14 tahun dan berkembang menjadi atlet paling dicintai di Indonesia. Di bawah bimbingan pelatihnya, Liang Chiu Sia dan didorong oleh janji kepada sang ayah, Susi berhasil mendapatkan pengakuan internasional setelah memenangkan medali emas Olimpiade pertama untuk Indonesia.
Ketika terjadi gejolak ekonomi, Susi dikisahkan menggunakan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kepada negaranya dan dunia bahwa kepahlawanan tidak diukur oleh tingginya kesuksesan seseorang, tetapi oleh kedalaman pengorbanan. Digambarkan pula ia sempat berada dalam situasi Indonesia saat krisis yang menimbulkan sentimen terhadap penduduk keturunan Tionghoa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FILM 'SUSI SUSANTI: LOVE ALL' |
Tak luput, pertemuan dengan Alan Budikusuma yang kemudian menjadi suaminya turut menghiasi kisah hidup Susi yang diangkat ke layar lebar. Momen-momen kemenangan Susi tak lupa diperlihatkan, salah satunya Olimpiade Barcelona 1992 yang bersejarah.
Laura Basuki merasa terintimidasi dengan peran besar dalam film biopik 'Susi Susanti: Love All' yang tayang pada 24 Oktober. (Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda) |
Usai mengetahui sinopsis, bersiaplah menyaksikan film Susi Susanti: Love All yang dirilis berdekatan dengan peringatan Sumpah Pemuda pada 24 Oktober mendatang.
[Gambas:Video CNN] (agn/rea)
Laura Basuki merasa terintimidasi dengan peran besar dalam film biopik 'Susi Susanti: Love All' yang tayang pada 24 Oktober. (Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda)