Intermediate berisikan enam lagu bertajuk Mudah-Mudahan Ramai Terus (MRT), Jurnal Risa, Kisah G.o.T, Jon Snow, Navigasi , dan Biarin secara berurutan. Lagu terakhir merupakan puisi karya Yudhistira ANM Massardi.
Dari segi tema tidak ada perubahan yang signifikan ketimbang album perdana, Sir Dandy masih menulis lagu tentang keseharian. Atau lebih tepat, lagu yang berisikan refleksi kaum urban masa kini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada lagu kedua, Sir Dandy masih mengisahkan keseharian masa kini. Ia membahas tentang Jurnal Risa, vlog eksplorasi tempat horor yang dipandu Risa Saraswati.
Era kiwari memang memungkinkan apa pun bisa dijadikan vlog yang kemudian diunggah ke YouTube. Berkualitas atau tidaknya vlog tersebut tidak penting, yang terutama bagaimana bisa menjaring banyak penonton.
Berbeda dari semua lagu di atas, pada lagu ketiga dan keempat, Sir Dandy mengisahkan fenomena yang terjadi belakangan ini. Pilihannya jatuh pada serial Game of Thrones lewat lagu Kisah G.o.T dan Jon Snow.
Semua lagu dalam album ini menegaskan bahwa Sir Dandy masih mengangkat isu keseharian yang sangat sederhana. Penting atau tidak penting, tapi memang itulah yang terjadi.
[Gambas:Youtube]
Sir Dandy nampaknya masih menganut "skill is dead, let's rock" yang juga dianut oleh bandnya, Teenage Death Star. Tidak peduli dinilai bagus atau tidak, yang penting berkarya.
Atau mungkin memang seperti itu kehidupan Sir Dandy sehari-hari, branding yang ia tampilkan dalam musik sama dengan kepribadiannya. Pada akhirnya, karya Sir Dandy jadi murni tanpa pretensi.
Dari gaya bermusik, Intermediate lebih kaya dan padat ketimbang Lesson #1. Pada mini album kali ini banyak instrumen lain yang berperan, tidak dominan gitar akustik seperti lagu-lagu dalam Lesson #1.
Menariknya, aransemen lagu dalam Intermediate disesuaikan dengan tema. Misalnya pada lagu Kisah G.o.T, gitar akustik dipadukan alat musik gesek, paduan suara dan bass drum. Serupa dengan serial lagu tema Game of Throne.
Lagu yang paling padat dan kaya adalah Mudah-Mudahan Ramai Terus (MRT). Paduan gitar antara bass, drum dan gitar elektrik terasa utuh dan pas.
Singkat cerita, lewat Intermediate Sir Dandy menyajikan refleksi kaum urban masa kini tanpa pretensi. (end)