Berbincang dengan The Los Angeles Times, Phillips mengatakan bahwa sekuel Joker harus punya gaung tematik yang baik.
"Tidak bisa hanya film liar dan gila tentang 'Pangeran Badut Kejahatan'. Harus ada gaung tematik yang sama dengan Joker," ucap Phillips seperti dikutip NME.
Ia kemudian berkata, "Saya rasa itu yang membuat film itu terhubung (dengan penontonnya), karena ada yang terjadi di dasar. Banyak film punya percikan, dan ini adalah bubuk (bahan peledaknya). Jika kami bisa menangkap hal itu lagi, akan sangat menarik."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jauh sebelum rilis atau sebelum kami tahu film itu akan sukses, kami membahas sekuel," ucap Phoenix kepada The Envelope.
"Satu hal yang pasti, saya akan melakukan apapun dengannya, kapan pun," katanya.
Gagasan pembuatan sekuel ini semakin kuat setelah Joker menuai respons positif sejak ditayangkan pada Oktober lalu.
[Gambas:Video CNN]
Joker bahkan menyabet berbagai pencapaian, termasuk menjadi film adaptasi komik dengan profit paling besar sepanjang masa.
Dalam lima pekan penayangan, film Joker meraup keuntungan hingga US$953 di seluruh dunia atau setara Rp13,4 triliun.
Sebagaimana dilansir Forbes, biaya pembuatan film itu sendiri sebesar US$62,5 juta (Rp879,6 juta). Dengan demikian, film itu meraih keuntungan 15,3 kali lipat dari modalnya.
Joker juga memecahkan rekor sebagai film rating dewasa terlaris sepanjang masa, mendepak Deadpool yang sebelumnya bertengger di posisi puncak. (has)