"...luar biasa Ahok ini baru diusulin aja udah geger lagi, ada apa ya," cuit Iwan Fals, Selasa (19/11).
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Kabar Ahok ditawarkan kursi bos BUMN bermula setelah ia bertemu Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung Kementerian BUMN pada Rabu (13/11). Kala itu, Ahok mengatakan diajak mengurusi BUMN dan menyatakan siap apabila pemerintah benar-benar ingin melibatkan dirinya untuk BUMN.
Hingga kini, empat BUMN pucuk pimpinannya masih diisi pelaksana tugas (Plt), yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero).
Rencana tersebut memicu pro dan kontra karena status mantan narapidana Ahok. Mantan wakil Joko Widodo di Jakarta tersebut pernah dipenjara terkait kasus penistaan agama.
Namun, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara tak melarang mantan napi menjadi direksi BUMN. Merujuk Pasal 45 UU BUMN, seseorang bisa diangkat sebagai anggota direksi BUMN bila mereka memenuhi beberapa syarat.
Pertama, mampu melaksanakan perbuatan hukum yakni aktivitas yang dilakukan subjek hukum secara sengaja dan menimbulkan kewajiban dan hak. Kedua, tidak pernah menjadi anggota direksi atau komisaris atau dewan pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan atau perum dinyatakan pailit.
Syarat terakhir adalah tidak pernah dihukum karena melakukan tindakan pidana yang merugikan keuangan negara.
Menteri BUMN Erick Thohir meminta publik tidak terlalu membesar-besarkan penawaran kursi bos BUMN Ahok. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Selain itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan peminangan Ahok dilakukan atas dasar masukan banyak pihak serta keyakinan Ahok bisa membantu pemerintah mengelola kinerja perusahaan pelat merah.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan ditunjuk untuk mengurus BUMN sektor energi.
Nasib Ahok dan posisi BUMN disebut-sebut akan ditentukan pada Desember mendatang.
Presiden Joko Widodo juga berulang kali menanggapi kabar tersebut. Menurutnya, Ahok akan tetap mengikuti proses seleksi. Selain itu, ia menilai masyarakat sudah mengetahui rekam jejak kinerja Ahok.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir meminta publik tidak terlalu membesar-besarkan penawaran kursi bos BUMN Ahok. Ia menegaskan sosok yang akan memimpin BUMN merupakan tokoh yang benar-benar bisa membangun perusahaan. (chri/end)
Menteri BUMN Erick Thohir meminta publik tidak terlalu membesar-besarkan penawaran kursi bos BUMN Ahok. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)