Ford v Ferarri bercerita tentang ambisi Ford Motor Company yang dipimpin Henry Ford II (Tracy Letts) untuk mengalahkan Ferarri dalam ajang balapan 24 Hours of Le Mans. Ia kecewa setelah Enzo Ferarri menolak menjual perusahaan kepadanya.
Henry meminta bawahannya, Lee Iacocca (Jon Bernthal), untuk membentuk tim balap. Maka Lee mengajak Caroll Shelby (Matt Damon) yang memiliki perusahaan Shelby American Inc untuk bekerja sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata, penilaian saya terhadap film yang disutradarai James Mangold ini salah. Penonton yang bukan pecinta balap atau otomotif akan tetap menikmati menikmati Ford v Ferarri.
Mari mulai dari naskah yang matang. Hal ini terlihat dari alur cerita yang mengalir tanpa ada adegan yang terasa dipaksakan. Semua adegan sangat presisi dan memiliki keterkaitan satu sama lain.
Film 'Ford v Ferrari' diangkat dari kisah yang sungguh terjadi di Prancis. (dok. Chernin Entertainment/Twentieth Century Fox) |
Adegan tersebut menjadi penjelasan mengapa Shelby sangat menginginkan Miles menjadi pembalap yang mewakili Ford. Dalam beberapa adegan diperlihatkan bahwa Shelby berkukuh membela Miles meski tak disukai petinggi Ford.
Bukti lain dari naskah yang matang adalah kekuatan dialog. Percakapan antar karakter dalam film ini 'to the point' dan tidak bertele-tele, terutama dialog antara Shelby dengan Miles.
Terlebih dialog mengenai pembahasan mobil sengaja dipermudah sehingga dimengerti semua orang. Salah satunya pada adegan yang menjelaskan secara singkat untuk tidak menginjak gas sampai 7.000 rpm karena mobil akan panas. Saat itu, tak ada pemaparan teknis alasan mesin mobil bisa panas, namun ditunjukkan secara visual lewat salah satu mobil yang mesinnya mengeluarkan asap.
'Ford v Ferrari' pun akan mudah dipahami bagi mereka yang tak mengerti soal otomatif. (dok. Chernin Entertainment/Twentieth Century Fox) |
Melansir Grunge.com, Enzo tidak pernah menghina Henry atau pun Ford Motor Company. Hubungan Enzo dengan Henry memang tegang sehingga bersaing di 24 Hours of Le Mans tetapi tidak sampai menghina secara umum.
Adegan tersebut menjadi salah satu bukti khas film Amerika Serikat yang cenderung menggambarkan lawan memiliki sifat buruk. Sementara Amerika Serikat sendiri sangat diagungkan sebagai pihak yang baik. Sangat glorifikasi.
Selain itu, adegan pintu mobil GT 40 yang diperlihatkan sulit ditutup sehingga mengganggu performa Miles memang benar terjadi. Hal itu sangat mengganggu performa Miles pada lap pertama 24 Hours of Le Mans 1966.
Kelebihan selanjutnya adalah akting Bale yang sangat, sangat luar biasa. Ekspresi wajahnya saat senang dan sedih begitu maksimal dan membuat saya bisa merasa apa yang Miles rasakan, termasuk kesedihan. Bahkan saya, sebagai orang yang sangat tidak melankolis, berkaca-kaca ketika Miles kecewa.
Belum berhenti sampai di sana, Bale nampaknya juga menurunkan berat badan untuk peran sebagai Miles. Menurunkan atau menaikkan berat badan sudah biasa bagi Bale, seperti ketika berperan dalam film 'Vice' (2018) dan 'The Machinist' (2004).
Christian Bale tampil cemerlang dalam 'Ford v Ferrari'. (dok. Chernin Entertainment/Twentieth Century Fox) |
Kemudian kelebihan lain dalam film ini adalah sinematografi yang sangat cantik, seperti ketika Miles sedang mencoba mobil di landasan pesawat dan saat balapan di 24 Hours of Le Mans.
Sementara, kekurangan dalam film ini adalah satu adegan penting yang tidak sesuai dengan dunia nyata. Diceritakan Fiat membeli Ferarri sebelum 24 Hours of Le Mans 1966, padahal dalam dunia nyata Fiat membeli Ferarri pada 1968.
Begitu pula dengan karakter Miles. Melansir Grunge.com, dalam dunia nyata Miles memang susah diatur namun tidak separah yang diceritakan di film. Kemudian petinggi Ford juga tidak pernah membenci Miles seperti yang diceritakan di film.
Sulit memang untuk membuat film adaptasi dari kisah nyata yang benar-benar serupa dan presisi. Ford v Ferarri film yang sangat bagus, namun tetap memuat fakta yang salah.
Terlepas dari kekurangan tersebut, film ini telah menjelaskan kepada dunia bahwa Miles berjasa dalam kemenangan Ford dan tidak pantas dilupakan.
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)
Film 'Ford v Ferrari' diangkat dari kisah yang sungguh terjadi di Prancis. (dok. Chernin Entertainment/Twentieth Century Fox)
'Ford v Ferrari' pun akan mudah dipahami bagi mereka yang tak mengerti soal otomatif. (dok. Chernin Entertainment/Twentieth Century Fox)
Christian Bale tampil cemerlang dalam 'Ford v Ferrari'. (dok. Chernin Entertainment/Twentieth Century Fox)