"Begitu menerima FFI, bayangin itu seperti orang diterima di rumahnya sendiri," ujar Garin ketika ditemui di studio tari Salihara, Jakarta, Senin (16/12).
Garin mengatakan bahwa membawa pulang piala citra terasa berbeda ketimbang pengalamannya sebelumnya ketika menerima penghargaan dari pemerintah Prancis, Italia, hingga Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2016, Garin juga dianugerahi Ordre des Arts er des Letters atau penghargaan dalam bidang seni dan sastra dari Pemerintah Prancis.
Namun, baru pada tahun ini Garin membawa pulang piala citra untuk kategori sutradara terbaik. Selain itu, ia juga menyabet trofi untuk kategori Skenario Asli Terbaik.
"Kalo film kan sudah pernah, 'Cinta Sepotong Roti' ya, tapi kalo sutradara kan belum pernah. Jadi, terima kasih lah sama FFI gitu," katanya.
Film "Kucumbu Tubuh Indahku" berhasil menyabet 8 piala citra dari total 12 kategori dalam ajang Festival Film Indonesia 2019.
[Gambas:Video CNN]
Perolehan tersebut menjadi yang terbanyak dalam penyelenggaraan FFI 2019. Aktor dalam film ini, Muhammad Khan, juga mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Utama Terbaik meskipun masih relatif baru dalam industri perfilman Indonesia.
Film Kucumbu Tubuh Indahku menceritakan tentang kisah perjalanan kehidupan Juno menjadi penari lengger lanang. Film ini terinspirasi dari pengalaman hidup Rianto, seorang penari lengger Indonesia yang berkarier di Jepang.
Meski mendapatkan kritik keras dari beberapa kelompok masyarakat karena tema yang diangkatnya, film Kucumbu Tubuh Indahku berhasil terpilih untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam nominasi Oscar 2020 melalui kategori International Feature Film. (kir/has)