"Setelah peliputan beita pekan lalu, ditemukan bahwa ada sedikit peluang yang akan berkembang menjadi masalah hukum," kata CEO JTBC, Song Suk-hee.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga menanggapi kritik dengan serius dan rendah hati bahwa kami melewati prosedur dalam liputan tersebut karena pengajuan izin belum dilakukan," lanjutnya, dikutip dari Allkpop.
Kabar yang disiarkan oleh JTBC itu menyebut pihak keluarga tak puas dengan pembagian keuntungan antara Big Hit dengan BTS sehingga mereka mencari pengacara untuk melakukan gugatan.
Melalui pernyataan bersama, Big Hit dan para orang tua BTS mempertanyakan alasan kabar tersebut dirilis ke publik.
"Setelah membaca laporan tersebut, kami menindaklanjuti dengan mengonfirmasi kepada anggota BTS dan orang tua mereka," kata Big Hit dalam pernyataan tersebut.
[Gambas:Youtube]
"Diketahui bahwa para orang tua mengunjungi sebuah firma hukum berlokasi di Kangbuk dua bulan lalu untuk bertanya tentang sejumlah masalah terkait kontrak eksklusif. Kunjungan mereka tidak berlanjut lebih jauh, dan firma hukum itu juga tidak memberikan pertimbangan hukum," lanjut Big Hit.
"Hal ini karena nilai dari BTS terus tumbuh setiap harinya, sehingga kami percaya ini [meminta pandangan pakar] penting bagi BTS sebagai grup, atau para anggotanya secara individu, untuk melihat penilaian dari pihak luar," kata Big Hit.
"Sejak kontrak diperbaharui tahun lalu, agensi kami dan BTS menyadari satu sama lain adalah rekan yang setara. Mengetahui nilai BTS terus meroket, kami tahu bahwa pembaharuan kontrak tidak dapat dilakukan dengan sederhana," katanya. (end)