"Saya perlu waktu untuk mencerna Star Wars The Rise of Skywalker. Ada begitu banyak hal di film ini. Namun saat-saat terbaiknya adalah yang paling tenang dan humanis. Ini lebih dari yang dipikirkan sebelumnya," kata Adam B Vary dari Variety.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
"Saya masih mencerna Star Wars The Rise of Skywalker. Puncak emosionalnya spektakuler, dan ada banyak kejutan di dalamnya (sebagian layak, beberapa enggak). Namun beberapa pilihan dalam film ini terasa hal yang tak perlu dari The Last Jedi dan beberapa tak masuk akal. Saya perlu melihatnya lagi," kata Laura Prudom dari IGN.
[Gambas:Twitter]
"Epik. Semuanya. The Rise of Skywalkser ini final hebat yang hanya diisi dengan begitu banyak hal. Aksi, petualangan, jawaban! Humor, perasaan, cinta, dan ketabahan. Saya menghabiskan seluruh bagian kedua dengan air mata. Cara bagus untuk mengakhiri kisah Skywalker," kata Erik Davis dari Fandango.
[Gambas:Twitter]
Star Wars The Rise of Skywalker berlatar setahun setelah The Last Jedi, kelompok the Resistance harus kembali menghadapi the First Order. Dengan segelintir yang tersisa, kelompok yang dipimpin oleh Princess Leia pun meminta bantuan ke seluruh galaksi.
[Gambas:Video CNN] (end)