ARASHI, TWICE, dan BTS Jadi Artis Paling Laku di Jepang

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 12:01 WIB
ARASHI, TWICE, dan BTS Jadi Artis Paling Laku di Jepang ARASHI, TWICE, dan BTS masuk lima besar grup yang menguasai penjualan album selama 2019 versi Oricon, perusahaan penghimpun data industri musik di Jepang. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- ARASHI, TWICE, dan BTS masuk ke dalam lima besar grup yang menguasai penjualan album selama 2019 versi Oricon, perusahaan penghimpun data statistik dan informasi terkait industri musik di Jepang.

Melansir laman resmi Oricon, TWICE dan BTS menjadi idol asal Korea yang menempati lima besar artis dengan penjualan terbaik selama 2019. Sementara itu, tiga artis lainnya berasal dari Jepang.

ARASHI menjadi artis dengan penjualan terbaik. Boyband beranggotakan Ohno Satoshi, Sakurai Sho, Aiba Masaki, Ninomiya Kazunari, dan Matsumoto Jun ini menghasilkan 20 miliar yen atau Rp2,5 triliun dari penjualan musik tahun ini versi Oricon.


Angka tersebut didapat dari penjualan 5×20 All the BEST!! 1999-2019, album terbaik kelima yang dirilis ARASHI pada 26 Juni lalu. Single "Turning Up" menambah angka penjualan mereka.

Posisi kedua ditempati girlband Nogizoka46 dengan pendapatan 8,2 miliar yen atau sekitar Rp1,04 triliun. Angka itu didapat dari single "Sing Out" yang dirilis 2 Mei, juga penjualan album Ima ga Omoide ni Naru Made (Until Now Becomes a Memory).

King & Prince menempati posisi tiga dengan total pendapatan 5,8 miliar yen atau sekitar Rp740 miliar. Angka tersebut diperoleh dari penjualan album King & Prince serta DVD King & Prince First Concert Tour 2018.

Posisi keempat diduduki TWICE lewat penjualan album #TWICE2 yang dirilis 6 Maret dan single "Breakthrough". Dengan penjualan tersebut, TWICE mendapatkan lebih dari 5,19 miliar yen (Rp662 miliar) pada 2019.

BTS juga kembali mencetak prestasi lewat album Map of The Soul: Persona dan single "Boys with Luv". Album dan single yang banyak meraih penghargaan internasional tersebut menambah penghasilan BTS Rp661 miliar (5,1 miliar yen) tahun ini.

[Gambas:Youtube]