Abracadabra menceritakan Lukman (diperankan Reza Rahadian), seorang pesulap grandmaster yang sudah tidak lagi percaya pada keajaiban. Di pertunjukan sulap terakhirnya, Lukman berencana untuk sengaja gagal dan sekaligus pamitan ke teman-temannya kalau dia tidak akan lagi bermain sulap.
Dia pun mempersiapkan trik mudah dari kotak kayu milik ayahnya. Dalam benak Lukman, ia akan memanggil seseorang dari penonton untuk masuk ke dalam kotak, memakunya, lalu mengucapkan "Abracadabra!", dan tentu saja orang tersebut masih ada di dalamnya. Tidak perlu ada keajaiban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BERITA REVIEW FILM |
Pertunjukan berlangsung, dan seorang anak laki-laki yang masuk ke kotak benar-benar menghilang. Lukman tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi. Ia juga tidak tahu cara mengembalikan si anak. Seorang Kepala Polisi yang sangat menginginkan kotak ajaib, berusaha mengejar Lukman dan menuduhnya dengan kasus penculikan anak.
Kisah berubah menjadi permainan kucing dan tikus antara Lukman dan Kepala Polisi mantan pesulap yang ingin menangkap Lukman dan memiliki kotak ajaib untuk dirinya sendiri.
Perjalanan Lukman untuk mulai percaya pada keajaiban kembali menjadi rumit ketika seorang perempuan, Sofnila, tiba-tiba muncul dari kotaknya. Sofnila percaya bahwa ia adalah salah satu asisten Lukito, ayah Lukman, yang dulu pernah menghilang di kotak itu.
Lukman (Reza Rahadian) terkejut ketika Sofnila (Salvita Decorte) tiba-tiba keluar dari kotak ajaib milik ayahnya. (dok. Fourcolours Films via YouTube) |
Datuk, seekor harimau Sumatera, juga terus-menerus muncul sepanjang perjalanannya. Apakah Lukman berhasil menemukan kembali anak laki-laki yang hilang dari kotak itu dan kembali percaya pada keajaiban?
Film ini sebelumnya tayang sebagai pembuka festival tahunan Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada November 2019 lalu.
Usai mengetahui sinopsis Abracadabra, saksikan film ini di bioskop terdekat. (agn/rea)
Lukman (Reza Rahadian) terkejut ketika Sofnila (Salvita Decorte) tiba-tiba keluar dari kotak ajaib milik ayahnya. (dok. Fourcolours Films via YouTube)