"Pencabutan program itu penting tak hanya bagi komunitas Kristen, tapi juga masyarakat Brasil yang kebanyakan Kristen," ujar hakim pengadilan Rio de Janeiro, Benedicto Abicair, seperti dikutip SkyNews.
SkyNews sudah menghubungi Netflix untuk meminta tanggapan mengenai perintah pencabutan film karya kelompok komedian YouTube Brasil, Porta dos Fundos, yang kontroversial itu. Namun, belum ada tanggapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Digagas oleh pemilik akun Alex Brindejoncy pada bulan lalu, petisi itu kini terpantau sudah ditandatangani oleh 2,3 juta orang.
Tak hanya itu, petisi tersebut juga menyerukan agar Netflix menghapus "The First Temptation of Christ" dan menuntut Porta dos Fundos atas tuduhan kejahatan terhadap kepercayaan.
"Kami juga menuntut permohonan maaf karena mereka benar-benar melukai umat Kristen," bunyi petisi tersebut.
Dalam "The First Temptation of Christ", Yesus digambarkan menjalin hubungan dengan seorang rekan lelaki bernama Orlando. Mereka tiba di rumah Maria dan Yusuf yang sudah mempersiapkan pesta untuk menyambut anaknya.
[Gambas:Video CNN]
Tak lama setelah film itu dirilis, sejumlah tokoh Kristen melontarkan protes, termasuk Uskup Pernambuco, Henrique Soares da Costa.
Melalui Facebook, Costa mengumumkan bahwa ia berhenti berlangganan Netflix karena "The First Temptation of Christ" sangat "menista, vulgar, dan tak menghormati."
Menanggapi semua kisruh ini, Eduardo Bolsonaro yang juga merupakan putra Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, berkata, "Kami mendukung kebebasan berekspresi, tapi apakah sepadan dengan menyerang kepercayaan 86 persen populasi kita?" (has)