"Saya agak merasa inilah saatnya tindakan ketiga (dalam hidup saya) untuk sedikit lebih condong ke sastra, yang akan baik sebagai ayah baru, sebagai suami baru," katanya.
"Saya tidak akan membawa keluargaku dan menarik mereka ke Jerman atau Sri Lanka atau di mana pun kisah selanjutnya terjadi. Saya bisa menjadi sedikit lebih seperti orang rumahan dan menjadi sedikit lebih banyak menjadi orang yang suka menulis."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menuai pujian berkat Once Upon a Time in Hollywood, Tarantino, pada bulan lalu mengonfirmasi bahwa ia masih berhasrat menggarap karya layar lebar yang akan menjadi film kesepuluhnya.
Namun saat ini, Tarantino belum memprioritaskan penggarapan film karena masih ada barisan proyek yang harus ia selesaikan terlebih dulu.
"Saya masih harus menulis serial televisi lima episode. Sekarang saya masih menulis satu buku dan saya harap bisa selesai dalam tiga bulan," kata Tarantino.
Ia kemudian berkata, "Jadi harapannya pada Maret mungkin saya menyelesaikan buku, kemudian teorinya mungkin teater, lalu seharusnya televisi, dan setelah itu mungkin saya akan memikirkan film kesepuluh."
[Gambas:Video CNN]
Setelah menggarap film kesepuluh, Tarantino mengaku siap pensiun dan mengurus keluarga dan istrinya yang sedang mengandung anak pertama mereka.
"Saya rasa sutradara adalah permainan pemuda. Saya merasa bioskop berubah dan saya sedikit menjadi bagian dari penjaga tua," katanya.
Sebelumnya, Tarantino mengaku tak bisa diburu-buru dalam menggarap film. Meski demikian, film-film garapan Tarantino selalu menuai pujian dan dinanti penggemar, sebut saja Pulp Fiction (1994), Kill Bill (2003), Sin City (2005), Inglorious Bastards (2009), dan Django Unchained (2015). (agn/has)