Dance Of The Clairvoyants memperdengarkan intro tak terduga yang untuk ukuran Pearl Jam, terbilang 'funky', mengutip Rolling Stone. Semakin ke tengah lagu, karakter utama band Seattle ini makin muncul, terutama dengan petikan bass tebal dan tentu, vokal Eddie Vedder yang bagai instrumen keenam.
Didengar sekilas, lagu ini mengingatkan pada gaya Red Hot Chili Peppers, mungkin juga The Strokes. Apapun itu, Pearl Jam rasanya akan tetap mengejutkan penggemar yang telah menunggu tujuh tahun untuk karya terbaru itu. Pertama kali mendengar Dance Of The Clairvoyants, buang jauh-jauh impian seperti dalam Pendulum, apalagi Jeremy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Membuat album ini adalah sebuah perjalanan panjang. Banyak emosi gelap dan kebingungan, tetapi juga semangat dan eksperimen musik," katanya.
Vokal Eddie Vedder bak instrumen keenam Pearl Jam, mengokohkan karakter dalam Dance Of The Clairvoyants. (Rob Loud/Getty Images/AFP) |
"Saya mendengarkannya [musik techno] dengan ekstasi. Saya bertanya-tanya, 'apakah mereka menulis lagu di bawah pengaruh ekstasi?'. Saya putuskan cara paling murni untuk melakukannya adalah menelan ekstasi, lalu menulis musik ekstasi," katanya.
Mungkin Vedder sudah menemukan rahasia di balik apapun 'musik ekstasi' yang ia maksud, mungkin juga mereka masih belum selesai bereksperimen dengan beragam formula. Untuk mengetahuinya, harus terlebih dahulu mendengarkan seluruh materi Giganto, yang baru bisa disimak mulai 27 Maret mendatang.
Sembari menunggu album terbaru dirilis, izinkan diri sendiri menari bersama Dance Of The Clairvoyants, salah satu lagu paling pop dalam koleksi. Pelopor musik grunge, yang hanya sedikit sekali yang tersisa dan bertahan, Pearl Jam pasti akan kembali.
[Gambas:Youtube]
(rea)
Vokal Eddie Vedder bak instrumen keenam Pearl Jam, mengokohkan karakter dalam Dance Of The Clairvoyants. (Rob Loud/Getty Images/AFP)