Dengan bangga, Billie mempromosikan video Everything I Wanted lewat Instagram jelang perilisan. "Video 'everything i wanted' keluar dalam satu jam di mana pun pukul 12 malam. Saya menyutradarainya! Dibintangi kakak saya Finneas," tulisnya seraya menambahkan emoji gembira.
[Gambas:Instagram]
Konsep visual Everything I Wanted sendiri sederhana saja. Di awal durasi, Billie menulis, "Finneas adalah kakak dan sahabat saya. Tak peduli bagaimana pun keadaannya, kami telah dan akan selalu ada untuk satu sama lain."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih tanpa dialog, Finneas berpaling memandang adiknya. Tangan mereka saling menggenggam, sementara mobil perlahan tenggelam.
Video Everything I Wanted menyajikan warna-warna muram, nyaris gelap. Tidak ada senyum atau kegembiraan apapun, Billie seolah ingin berkata ia dan kakaknya akan saling memiliki, tak peduli apa kata dunia.
[Gambas:Youtube]
"Kakak saya dan saya menulis lagu ini tentang kami masing-masing dan saya ingin membuat visual yang menunjukkan kami akan ada untuk satu sama lain apapun yang terjadi," kata Billie, mengutip NME.
"Tahun ini, tidak [merilis album], tetapi saya akan membuatnya. Tapi dalam beberapa tahun? Ia [album baru] akan datang. Kalau sudah dibuat. Saat ini [album] belum dibuat," katanya dengan santai.
Billie tidak terburu-buru. Bukan saja ia sedang menikmati popularitas lewat album When We All Fall Asleep, Where Do We Go?, ia juga disibukkan pembuatan dokumenter untuk AppleTV+ dan tengah bersiap menyambut helatan Grammy Awards pada 26 Januari 2020.
Billie Eilish dipastikan menggelar konser untuk pertama kalinya di Jakarta pada 7 September mendatang. (rea)