"Saya menghapus drafnya karena tidak masuk akal merilis buku itu tanpa dia," ujar Coelho dalam sebuah pernyataan yang dikutip The Hollywood Reporter sehari setelah Bryant tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan Coelho ini menuai protes dari para penggemar Bryant yang kemudian membanjiri jejaring sosial sang penulis. Mereka meminta agar Coelho tidak menghapus draf buku anak tersebut.
"Ayo tulis buku itu bersama," tulis Bryant dalam pesan singkatnya kepada Coelho.
[Gambas:Twitter]
Mereka menggagas buku ini untuk menginspirasi anak-anak kurang beruntung agar dapat mengatasi kesulitan melalui olahraga.
"Kobe selalu ingin membuat buku yang membawa contoh positif untuk anak-anak, terutama bagi mereka yang datang dari latar belakang sederhana," tutur Coelho.
Sepanjang kariernya, Bryant sudah beberapa kali merilis buku untuk pemuda dan anak-anak. Ia juga sudah menerbitkan autobiografi bertajuk The Mamba Mentality: How I Play, pada 2018 lalu.
[Gambas:Video CNN]
"Saya melihat ia punya banyak hal di benaknya selain olahraga, tak melulu soal kompetisi. Kematian tragisnya menunjukkan betapa penting kehadirannya di dunia, tak hanya untuk Amerika. Kita akan terus menyimpan warisannya, lebih dari sekadar olahraga," kata Coelho.
Selama hidupnya, Bryant dikenal sebagai penggemar karya-karya Coelho, terutama The Alchemist. Ia pun terus merekomendasikan buku tersebut ke orang terdekatnya, termasuk rekan setimnya, Kyrie Irving, dan mantan agennya, Rob Pelinka. (has)