"Orang-orang mengetahui akhir (Game of Thrones), tetapi bukan akhir yang sebenarnya. Kreator serial televisi itu telah mendahului saya, yang mana tidak saya sangka," kata Martin kepada koran asal German, Welt, yang dikutip NME.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam serial televisi Game of Thrones, Daenerys Targaryen diceritakan berhasil mengalahkan Cersei Lannister. Ia menguasai Kings Landing, tapi hanya sebentar karena kemudian dibunuh Jon Snow.
Sejumlah penggemar menganggap akhir tersebut sangat buruk. Sekelompok penggemar bahkan membuat petisi agar musim kedelapan Game of Thrones dibuat ulang dengan cerita yang lebih menarik.
[Gambas:Video CNN]
Martin mengaku sempat tergoda mengubah akhir novel Game of Thrones setelah serial televisi mendapat respons negatif. Namun, ia mengurungkan niatnya.
"Tetapi (mengubah akhir cerita) itu kesalahan karena Anda sudah merencanakan akhir cerita, dan bila mengubah akhir cerita hanya karena seseorang mengetahui dan tidak suka, itu akan merusak semua struktur cerita," kata Martin.
Ia melanjutkan, "Saya tidak membaca situs penggemar. Saya ingin menulis buku yang selalu ingin saya tulis, dan ketika buku itu rilis, mereka bisa menyukai atau tidak." (adp/has)