Review Album

Circles dan Cerita Mac Miller yang Terpaksa Selesai

tim, CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 19:45 WIB
Produser Jon Brion menuntaskan apa yang ia mulai bersama Mac Miller lewat album Circles, yang menggenapi warisan musik sang rapper. Mac Miller menggenapi warisan musik lewat album terbaru Circles (2020). (Foto: Christopher Polk/Getty Images for Coachella/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mac Miller bahkan belum berusia 27 tahun ketika ditemukan tak responsif di lantai studio di rumahnya pada September 2018. Saat itu, dunia seakan baru tersadar, Miller tak bercanda saat ia bercerita tentang depresi dan adiksi dalam lagu-lagunya.

Terlambat untuk menyelamatkan Miller, namun tidak pernah terlambat untuk menghargai karyanya. Album anumerta Circles dirilis pada 17 Januari 2020, memuat 12 lagu yang seluruhnya dikerjakan oleh Jon Brion selaku produser.

Good News
didapuk sebagai single perdana, lagu yang langsung menggambarkan kebingungan dan kelelahan Miller. "Well so tired of being so tired, why I gotta build something beautiful?" keluhnya.

"Good news, good news, good news. That's all they wanna hear. No, they don't like it when I'm down," kata Miller. Ia melanjutkan, "But when I'm flying, oh. It make 'em so uncomfortable. So different, what's the difference?"


Miller memang selalu terbuka tentang kehidupan dalam lagu-lagunya. Ia sering mempertanyakan banyak hal, meski tak jarang lalu mengakui dirinya memilih mengabaikan hal-hal yang jadi pertanyaan tersebut.

[Gambas:Youtube]

Perasaan serupa terdengar dalam That's On Me yang memiliki aransemen manis, sedikit lebih ceria tapi juga cenderung pahit, meski tak semuram Hand Me Downs. Lagu yang terakhir disebut ini bagai track patah hati, ketika Miller mengakui dirinya tengah mencari alasan.

"And all I ever needed was somebody wisth some reason who can keep me sane. Ever since I can remember, I been keeping it together, but I'm feelin' strange," katanya.

Hand Me Downs memiliki melodi lembut, nyaris membuai, dengan dukungan Baro Sura, seorang musisi hip hop asal Australia. Vokal Baro seperti menggenapi lagu ini, meski bagiannya tak banyak.
Mac Miller menggenapi warisan musiknya lewat album Circles (2020). (Foto: AFP PHOTO / Bryan R. Smith)
Circles sebagai lagu pertama dalam album sebenarnya sudah membicarakan hal yang sama, dengan vibes berbeda. Circles lebih ikhlas, ketika Miller meneguk wiski dan memutuskan menerima yang terjadi sambil duduk dan 'watching the world fallin' down'. Menarik sekali.

I Can See terdengar playful, lembut seperti My Favorite Part versi serius dengan lirik 'berat'. Di lagu ini juga, mantan kekasih Miller, Ariana Grande diduga kuat hadir sebagai vokal latar. "Now I'm switchin' location, 'cause heaven too far when you live in the basement," ujar Miller.

Secara umum, Jon Brion mengerjakan Circles dengan baik. Dalam salah satu wawancara, ia mengatakan dihubungi oleh pihak keluarga hanya selang tiga bulan setelah Miller meninggal.

Brion memegang peranan penting dalam musik Miller. Mengutip The New York Times, ia memperkenalkan sang rapper pada drummer Matt Chamberlain dan basis-gitaris Wendy Melvoin, dua musisi yang pada akhirnya terlibat dalam Circles. Brion adalah pria yang akan dihampiri oleh Miller untuk mendiskusikan ide-ide, misalnya sebelum membuat Swimming.

Brion menjelaskan, konsep dasar mereka adalah album yang berkesinambungan. Konsep itu dibuka dengan Swimming, album yang menampilkan Miller sebagai seorang musisi, bukan hanya rapper. Dalam Swimming, ia banyak bernyanyi, dengan aransemen hip hop modern, melantunkan perasaan dan kebingungan lewat musik yang menyenangkan dan groovy.

[Gambas:Youtube]

Sementara di Circles, Miller kembali ke akar hip hop. Ia banyak nge-rap, seperti dalam Hands. Menurut Brion, memang itu ide dasarnya: dua album yang saling melengkapi.

Circles masih menyajikan lirik-lirik menawan Miller yang membumi. Ia hanya melakukan apa yang ia bisa: menjadi jujur. Hampir di setiap lagu, ia menyelipkan lirik yang mengatakan ia tidak sedang berbohong dan bukan seorang pembohong. Sejak awal, lirik yang apa adanya namun terangkai adalah keunggulan pria 26 tahun ini.

Entah bagaimana, menyimak lagu-lagu dalam Circles rasanya seperti melihat Miller membaik. Ada banyak musik live di sini, sound gitar, kord-kord yang berbeda, betotan bass yang menari, rasa band yang kental, meski tentu ada synthesizer di sana-sini. Ia menyampaikan kesedihan dengan indah.

[Gambas:Youtube]

Sampai ke Circles, terasa benar progres musikalitas Miller. Ia masih sering kebingungan, tetapi tetap bersikukuh melakukan hal yang 'benar', dalam hal ini adalah musik. Mungkin ia seorang pemabuk, mungkin juga bukan, tetapi jelas ia berjuang melawan dirinya sendiri, dan tidak semua orang memiliki keberanian itu.

Hampir dua tahun Miller meninggal, ia memberi warisan yang amat kuat. Idealisme dalam Circles melengkapi peninggalan tersebut, menjadikannya genap dan layak. (rea)